A. Pengertian dan Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
l. Pengertian globalisasi
Sebelum mengungkapkan apa itu globalisasi, cobalah
kalian para siswa sekalian mengamati segala sesuatu yang ada di sekitar
kalian, pasti akan menemukan banyak hal. Coba apa saja yang dapat kalian
temukan. Bagus, kalian menemukan banyak orang yang sudah menggunakan
telepon genggam, atau bahkan kalian sendiri sudah memegang telpon
genggam ( handphone ). Di pasar atau swalayan kalin juga dapat menemukan
apel merah dari Washington, anggur merah, ada kelengkeng, Durian
Bangkok, semua itu didatangkan dari negara lain.
Jika kita telusuri lebih jauh, semua gejala tersebut
sesungguhnya menunjukkan bahwa masyarakat tempat kita hidup tidak dapat
dilepaskan dari pengaruh kehidupan yang ada di sekitar kita yang lebih
luas dan besar, yaitu masyarakat dunia. Dari gambaran yang diungkap di
muka, baik yang berkenaan dengan alat komunisasi yang bernama telepon
genggam, buah-buahan maupun berbagai jenis makanan tersebut, menandakan
bahwa sesungguhnya kita tidak dapat melepaskan diri dari keterikatan
dengan bangsa atau negara lain. Beredarnya berbagai produk suatu negara
di negara lain menandakan bahwa antara negara satu dengan negara lain di
dunia ini berada dalam hubungan saling ketergantungan.
Melalui perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
apa yang terjadi di bagian lain dari belahan dunia ini akan serta
merta dapat diketahui oleh yang ada di belahan dunia lainnya, atau
bahkan apa yang dihasilkan oleh suatu negara akan langsung sampai di
negara lainnya.
Dari berbagai gambaran di muka, tentunya kalian dapat merumuskan, apa yang dimaksud dengan globalisasi.
Beberapa pengertian mengenai globalisasi berikut ini.
a. Globaliasi dapat diartikan sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia.
b. Wikipedia
Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, merumuskan bahwa
globalisasi adalah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya
keterkaitan di antara dan elemen-elemennya yang terjadi akibat dan
perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang
memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
c. Globalisasi
adalah proses, di mana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di
belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai
individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.
d. Globalisasi adalah proses meningkatnya aliran barang, jasa, uang dan gagasan melintasi batas-batas negara.
e. Globalisasi adalah proses di mana perdagangan, informasi dan budaya semakin bergerak melintasi batas negara.
f. Globalisasi
adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara berbagai belahan dunia
melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik, dan
pertukaran kebudayaan.
g. Globalisasi merupakan gerakan menuju terciptanya pasar atau kebijakan yang melintasi batas nasional.
Tugas :
Setelah membaca berbagai
peengertian tentang globalisasi, cobalah kalian coba sekali lagi membuat
pengertian tentang globalisasi secara bebas dengan menggunakan kalimat
kalian sendiri.
Globalisasi sebagai Proses
Menurut Sartono Kartodirjo, proses globalisasi sebenarnya merupakan
gejala sejarah yang telah ada sejak jaman prasejarah. Beberapa contoh
antara lain bangsa-bangsa dari Asia ke Eropa, ke Amerika, dari Asia ke
Nusantara, dan lain-lain. Lebih lanjut Sartono menyatakan, bahwa
berdasarkan perspektif sejarah, Indonesia sebenarnya telah lama
mengalami proses globalisasi. Hal ini didasarkan pada kenyataan,
Indonewsia yang terletak pada pewrsimpangan agama besar dan unsur-unsur
peradaban dunia di masa lampau sesungguhnya tidak asing dalam menghadapi
pelbagai proses akulturasi sebagai dampak pengaruh peradaban dunia
beserta tradisi besarnya. Dalam hal ini secara relatif dapat dipakai
istilah globalisasi, meskipun dalam skala belum sebesar sekarang.
Menurut Sartono, peristiwa-peristiwa dalam sejarah dunia yang meninggalkan proses globalisasi antara lain adalah :
a. Ekspansi Eropa dengan navigasi dan perdagangan.
b. Revolusi industri yang mendorong pencarian pasaran hasil industri.
c. Pertumbuhan kolonialisme dan imperialisme.
d. Pertumbuhan kapitalisme.
e. Pada masa pasca Perang Dunia II meningkatlah telekomunikasi serta transportasi mesin jet.
Sekarang ini globalisasi berkembang dalam skala yang luas, dan dipercepat oleh mengalirnya arus informasi secara bebas.
2. Pentingnya Globalisasi bagi Indonesia
Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia pasti tidak
dapat mengisolasi diri dari pergaulan internasional, dan tidak akan
mengisolasi diri dari pergaulan internasional. Andaikata isolasi diri
itu terjadi, sudah dapat dipastikan Indonesia tidak akan mampu memenuhi
kebutuhannya sendiri. Ini artinya apa? Artinya tidak lain adalah bahwa
di dalam hubungan internasional terjadi apa yang dinamakan saling
ketergantungan antara negara satu dengan negara lainnya.
Globalisasi memang sering digambarkan sebagai sebuah
gejala ekonomi, terutama yang ditandai dengan munculnya banyak
perusahaan multinasional, yang beroperasi melintasi batas-batas wilayah
negara, dan ini mempengaruhi proses produksi dan penyebaran tenaga kerja
internasional. Namun sesungguhnya gambaran ini tidak sepenuhnya benar,
sebab selain faktor ekonomi, juga faktor politik, sosial dan budaya.
Semua unsur itu digerakkan oleh perkembangan informasi dan teknologi
komunikasi yang telah mampu meningkatkan kecepatan dan lingkup hubungan
antar manusia di seantero penjuru dunia.
Contoh yang masih sangat aktual adalah, apa yang
beberapa waktu yang lalu terjadi di Yogyakarta, tepatnya peristiwa
tanggal 27 Mei 2006, yaitu gempa bumi. Dalam waktu sekejap, apa yang
terjadi di Yogyakarta tersebut langsung dapat diketahui oleh hampir
seluruh manusia yang ada di dunia ini. Contoh lain adalah perebutan
piala dunia sepakbola yang baru saja berlalu yang diselenggarakan di
Jerman. Hampis semua mata yang ada dapat menyaksikan pertandingan
tersebut tanpa langsung datang ke Jerman.
Dari sedikit contoh ini kita tahu, bahwa globalisasi sesungguhnya telah merambah ke segenap bidang kehidupan kita.
Apa arti pentingnya globalisasi bagi Indonesia?
Indonesia dapat mengambil manfaat dari kemajuan-kemajuan
yang telah dicapai oleh bangsa atau negara lain, untuk diterapkan di
Indonesia. Sudah barang tentu tidak semua kemajuan yang dialami bangsa
lain dapat langsung kita ambil atau kita tiru begitu saja. Indonesia
mestinya hanya akan mengambil kemajuan dari sisi positifnya saja, baik
itu kemajuan di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, maupun
teknologi.
B. Politik Luar Negeri dalam Hubungan Internasional di Era Global
Arti Politik Luar Negeri
Tahukah kalian, apakah yang hendak diperjuangkan atau dipertahankan oleh
suatu negara dalam forum internasional ? Jawabannya tidak lain adalah kepentingan nasional. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kepentingan nasional merupakan kunci dalam politik luar negeri.
Apakah politik luar negeri itu ? Secara sederhana
politik luar negeri diartikan sebagai skema atau pola dari cara dan
tujuan secara terbuka dan tersembunyi dalam aksi negara tertentu
berhadapan dengan negara lain atau sekelompok negara lain. Politik luar
negeri merupakan perpaduan dari tujuan atau kepentingan nasional dengan
power dan kapabilitas ( kemampuan).
Politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang
digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.
Dalam arti luas, politik luar negeri adalah pola perilaku yang
digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain.
Dia berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untuk mengikuti
pilihan jalan tertentu.
Menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar
Negeri RI (1984-1988), politik luar negeri diartikan sebagai "suatu
kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya
dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional.
Melalui politik luar negeri, pemerintah memproyeksikan kepentingan
nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa".
Dari uraian di muka sesungguhnya dapat diketahui bahwa
tujuan politik luar negeri adalah untuk mewujudkan kepentingan nasional.
Tujuan tersebut memuat gambaran mengenai keadaan negara dimasa
mendatang serta kondisi masa depan yang diinginkan.
Pelaksanaan politik luar negeri diawali oleh penetapan
kebijaksanaan dan keputusan dengan mempertimbangkan
pertimbangan-pertimbangan yang didasarkan pada faktor-faktor nasional
sebagai faktor internal serta faktor-faktor internasional sebagai faktor
eksternal.
Politik Luar Negeri RI
a. Dasar Hukum
Dasar hukum pelaksanaan politik luar negeri RI tergambarkan secara jelas
di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea I dan alinea IV.
Alinea I menyatakan bahwa .…kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh
sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak
sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Selanjutnya pada
alinea IV dinyatakan bahwa ….dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial …..
Dari dua kutipan di atas, jelaslah bahwa politik luar negeri RI
mempunyai landasan atau dasar hukum yang sangat kuat, karena diatur di
dalam Pembukaan UUD 1945.
b. Sejarah Kelahiran Politik Luar Negeri RI yang Bebas Aktif
Sejarah kemerdekaan Republik Indonesia diawali oleh berbagai peristiwa
yang terjadi, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia sendiri
(waktu itu Hindia Belanda). Di dalam, diawali dari kesadaran bangsa
Indonesia, bahwa perjuangan yang tidak terorganissasi akan mengalami
kegagalan. Itulah sebabnya sejak 1905 bangsa Indonesia mulai berjuang
lewat organisasi. Mula-mula lahirlah Serikat Dagang Islam, kemudian
tahun 1908 ( tepatnya tanggal 20 Mei ) lahir Boedi Oetomo, dan ini
dianggap sebagai awal kebangkitan nasional. Sejak saat itu lahirlah
berbagai organisasi, baik organisasi sosial keagamaan maupun organisasi
politik. Berbagai organisasi tersebut, dalam perjuangannya ada yang
menggunakan prinsip kooperatif dengan penjajah Belanda, namun ada juga
yang menggunakan prinsip non kooperatif. Perjuangan lewat organisasi ini
terus tetap dijalankan pada masa pendudukan Jepang.
Sementara itu, peristiwa internasional yang terjadi adalah meletusnya
Perang Dunia II pada tahun 1939, yaitu antara dua blok kekuatan. Kedua
blok tersebut adalah negara-negara Poros dengan negara-negara Sekutu.
Pada awal peperangan kemenangan selalu diraih oleh pihak negara-negara
Poros. Bagian dari Perang Dunia II ini yang terjadi di Asia dikenal
dengan sebutan Perang Asia Timur Raya
atau Perang Pasifik. Pada awalnya kemenangan Perang Asia Timur Raya ini
ada di fihak Jepang, sehingga dalam waktu yang sangat singkat Jepang
dapat menguasai hampir seluruh wilayah Asia Tenggara, termasuk
Indonesia.
Kemenangan Jepang ini tidak berlangsung lama, karena dalam perang
Pasifik, angkatan perang Amerika Serikat di bawah komando Jenderal Mc.
Arthur dan Laksamana Chester Nimitz berhasil menggulung angkatan perang
Jepang ; sedangkan Laksamana Lord Louis Mountbatten menyerbu Birma dari
Barat, dan bergerak ke Asia Tenggara. Dari Saipan dan
Okinawa, angkatan udara Amerika Serikat membom kota-kota di Jepang. Pada
tanggal 6 Agustus 1945 bom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima,
sedangkan bom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945.
Di antara kedua petistiwa pemboman tersebut Uni Soviet menyatakan perang
terhadap Jepang, yaitu pada tanggal 8 Agustus 1945. Berangkat dari
pengeboman kedua kota itulah, akhirnya Jepang pada tanggal 15 Agustus
1945 menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Dengan demikian
berakhirlah Perang Asia Timur Raya.
Dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu, maka di
Indonesia terjadi kekosongan kekuasan. Kesempatan ini digunakan oleh
para pemimpin bangsa Indonesia untuk mempersiapkan lebih matang
kemerdekaannya. Dan tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia
menyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka.
Perang Dunia II membawa perubahan mendasar dalam
situasi internasional, yaitu beralihnya pusat kekuasaan dunia dari Eropa
di satu pihak ke Amerika Serikat, dan di pihak lain ke Uni Soviet.
Sejak saat itu muncullah dua kekuatan raksasa dunia.
Kedua kekuatan raksasa tersebut mempunyai sistem dan
kepentingan yang berbeda, sehingga di antara keduanya terjadi
perselisihan pendapat. Perselisihan itu sesungguhnya telah terlihat pada
masa-masa menjelang berakhirnya Perang Dunia II, khususnya dalam
menentukan nasib negara-negara yang kalah perang. Perselisihan tersebut
mencapai puncaknya setelah berakhirnya Perang Dunia II. Perkembangan
hubungan kedua negara raksasa yang mewakili kedua blok yang ada dalam
masa pasca perang dikenal dengan nama Perang Dingin.
Dalam suasana Perang Dingin ini kedua kekuatan raksasa
tersebut berlomba-lomba menyusun dan mengembangkan kemampuannnya di
segala bidang kehidupan, baik bidang ekonomi, sosial, budaya, politik
maupun militer. Perkembangan lebih lanjut kedua negara raksasa
menyibakkan negara-negara yang ada di dunia ke dalam dua blok yang satu
sama lain saling bersaing dalam menanamkan pengaruhnya. Uni Soviet mulai
menanamkan pengaruh dan mengembangkan sayapnya ke Eropa Timur, RRC,
Korea Utara dan Vietnam. Atas ekspansi Uni Soviet tersebut, Amerika
Serikat menjadi gusar. Ia sadar bahwa negara-negara Eropa serta benua
lainnya yang rusak akibat perang akan mudah dikuasai Uni Soviet lewat
partai komunis setempat. Untuk mencegah ekspansi tersebut, Amerika
Serikat melakukan serangkaian tindakan yang dituangkan ke dalam bentuk
rencana bantuan ekonomi yang dikenal dengan Marshall Plan. Dalam bidang pertahanan, Amerika Serikat mengadakan berbagai aliansi militer, yaitu di Eropa Barat dengan NATO-nya, CENTO di Timur Tengah serta SEATO di Asia Tenggara.
Sementara itu, untuk mengimbangi pakta pertahanan yang
dimotori Amerika Serikat, Uni Soviet pun membentuk pakta pertahanan di
Eropa Timur yang diberi nama Pakta Warsawa.
Pembagian dunia yang seolah-olah hanya terdiri atas dua
blok tersebut, masing-masing menuntut agar semua negara yang ada di
dunia menjatuhkan pilihannya kepada salah satu blok. Pilihan itu adalah
demikian ketatnya, sehingga sikap tidak pro sudah dianggap anti,
sedangkan sikap netral dikutuk .
Bagi pemerintah Indonesia pada awal kemerdekaan,
menghadapi keadaan seperti itu dengan keraguan. Meskipun amanat alinea I
dan aline IV Pembukaan UUD 1945 cukup jelas, namun karena keadaan yang
belum memungkinkan, maka belum mempunyai sikap yang tegas.
Perkembangan selanjutnya, Pemerintah Republik Indonesia
menghadapi berbagai kesulitan. Perundingan dengan Pemerintah Belanda
yang dihadiri oleh komisi Tiga Negara ( KTN ) dari PBB terputus, karena
Belanda menolak usul Critchly - Dubois; sementara oposisi dari Front
Demokrasi Rakyat ( FDR ) - PKI yang dipimpin oleh Muso semakin
menghebat. FDR - PKI mengusulkan, agar dalam meyikapi pertentangan
antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet tersebut pihak Pemerintah RI
memihak kepada Uni Soviet.
Untuk menanggapi sikap FDR - PKI tersebut maka Wakil
Presiden Mohammad Hatta yang waktu itu memimpin Kabinet Presidensiil
dalam memberikan keterangannya di depan Badan Pekerja Komite Nasional
Indonesia Pusat ( BPKNIP ) tanggal 2 September 1948 mengemukakan
pernyataan yang merupakan penjelasan pertama tentang politik luar negeri
Republik Indonesia, yaitu "Politik Bebas Aktif". Mohammad Hatta
mengemukakan : …… mestikah kita bangsa Indonesia, yang memperjuangkan
kemerdekaan bangsa dan negara kita, hanya harus memilih antara pro Rusia
atau Pro Amerika? Apakah tak ada pendirian yang harus kita ambil dalam
mengejar cita-cita kita? Pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang
harus kita ambil ialah supaya kita jangan menjadi objek dalam
pertarungan politik internasional, melainkan kita harus tetap menjadi
subjek yang menentukan sikap kita sendiri, berhak memperjuangkan tujuan
kita sendiri, yaitu Indonesia merdeka seluruhnya.
Selanjutnya Mohammad Hatta mengemukakan “ . . . .
Perjuangan kita harus diperjuangkan di atas dasar semboyan kita yang
lama : Percaya akan diri sendiri dan berjuang atas kesanggupan kita
sendiri. Ini tidak berarti bahwa kita tidak akan mengambil keuntungan
dari pergolakan politik internasional. Memang tiap-tiap politik untuk
mencapai kedudukan negara yang kuat ialah mempergunakan pertentangan
internasional yang ada itu untuk mencapai tujuan nasional. Belanda
berbuat begitu, ya segala bangsa sebenarnya berbuat semacam itu, apa
sebab kita tidak akan melakukannya? Tiap-tiap orang di antara kita tentu
ada mempunyai simpati terhadap golongan ini atau golongan itu, akan
tetapi perjuangan bangsa tidak bisa dipecah dengan menurut simpati saja,
tetapi hendaknya didasarkan kepada realitas, kepada kepentingan negara
kita setiap waktu.”
"…..Jika perjuangan ini ditinjau dari jurusan komunisme,
memang benar pendirian bahwa segala-galanya didasarkan kepada politik
Soviet Rusia. Bagi seorang komunis, Soviet Rusia adalah modal untuk
mencapai segala cita-citanya, karena dengan Soviet Rusia bangun atau
jatuhnya perjuangan komunisme. Soviet Rusia adalah pelopor dalam
menyelenggarakan idealnya, sebab itu diutamakannya. Kalau perlu untuk
memperkuat kedudukan Soviet Rusia, segala kepentingan di luar Soviet
Rusia dikorbankan, terhitung juga kepentingan kemerdekaan negara-negara
jajahan, sebagaimana terjadi pada tahun 1935 dan seterusnya. Sebab
menurut pendapat mereka, apabila Soviet Rusia yang dibantu tadi sudah
mencapai kemenangannya dalam pertempurannya dengan imperialisme,
kemerdekaan itu akan datang dengan sendirinya.
Tidak demikian pendirian seorang nasionalis, sekalipun
pandangan kemasyarakatannya berdasarkan sosialisme. Dari jurusan politik
nasional kemerdekaan itulah yang terutama, sehingga segala tujuan
dibulatkan kepada perjuangan mencapai kemerdekaan. Perhitungan yang
terutama ialah, betapa aku akan mencapai kemerdekaan bangsaku
selekas-lekasnya. Dan dengan sendirinya perjuangannya itu mengambil
dasar lain daripada perjuangan yang dianjurkan oleh seorang komunis.
Kemerdekaan nasional terutama, siasat perjuangan disesuaikan dengan
keadaaan. Oleh karena itu tidak dengan sendirinya ia memilih antara dua
aliran yang bertentangan. Betapa juga besar simpatinya kepada aliran
yang lebih dekat padanya, ia tetap memilih langkah sendiri dalam
menghadapi soal-soal kemerdekaan.
Sebagai bangsa yang baru kita mempunyai banyak kelemahan
dibandingkan dengan dua raksasa, Amerika Serikat dan Soviet Rusia,
menurut anggapan pemerintah kita harus tetap mendasarkan perjuangan kita
dengan adagium: percaya kepada diri dan berjuang atas tenaga dan
kesanggupan yang ada pada kita”.
Keterangan Wakil Presiden dihadapan sidang BPKNIP sama
sekali tidak menyebutkan atau menggunakan kata-kata politik bebas
aktif. Namun makna bebas aktif dapat disimak dari judul keterangannya
"Mendayung antara Dua Karang " yang artinya tidak lain dari politik
bebas aktif. Mendayung sama artinya dengan upaya ( aktif ), dan
"diantara dua karang" adalah tidak terikat oleh dua kekuatan adikuasa
yang ada ( bebas )
Politik luar negeri yang bebas dan aktif sebagaimana
telah dicanangkan oleh Mohammad Hatta dalam perjalanan sejarah bangsa
Indonesia terus mengalami perkembangan. Kabinet Natsir, pada bulan
September 1950 memberi keterangan di depan Parlemen, dengan meninjau
politik luar negeri dari segi pertentangan antara Amerika Serikat dan
Uni Soviet. Dalam keterangan tersebut antara lain disebutkan: Antara dua
kekuasaan yang timbul, telah muncul persaingan atas dasar pertentangan
ideologi dan haluan yang semakin meruncing. Kedua belah pihak sedang
mencari dan mendapatkan kawan atau sekutu, membentuk golongan atau blok:
Blok Barat dan Blok Timur. Dengan demikian pertentangan paham dan
haluan makin meluas dan mendalam, sehingga menimbulkan keadaan perang
dingin dan dikuatirkan sewaktu-waktu akan menyebabkan perang di daerah
perbatasan antara dua pengaruh kekuasaan itu. Dalam keadaan yang
berbahaya itu Indonesia telah memutuskan untuk melaksanakan politik luar
negeri yang bebas. Dalam menjalankan politik yang bebas itu kepentingan
rakyatlah yang menjadi pedomannya, di samping itu pemerintah akan
berusaha untuk membantu tiap-tiap usaha untuk mengembalikan perdamaian
dunia, tanpa jadi politik oportunis yang hanya didasarkan perhitungan
laba dan rugi, dan tidak berdasarkan cita-cita luhur.
Keterangan Kabinet Natsir tersebut mempertegas apa yang
telah diungkapkan oleh Hatta pada tanggal 2 September 1948. Meskipun
pada keterangan tersebut hanya dikemukakan politik luar negeri yang
bebas, namun keterangan di belakang kata politik luar negeri yang bebas
tersebut sesungguhnya mengandung makna aktif ( …….. pemerintah akan
berusaha untuk membantu tiap-tiap usaha untuk mengembalikan perdamaian
dunia ….).
Selanjutnya Kabinet Sukiman pada bulan Mei 1951 juga
memberikan keterangan di muka parlemen, yang antara lain mengatakan :
Politik luar negeri RI tetap berdasarkan Pancasila, pandangan hidup
bangsa yang menghendaki perdamaian dunia. Pemerintah akan memelihara
hubungan persahabatan dengan setiap negara dan bangsa yang menganggap
Indonesia sebagai negara dan bangsa bersahabat, berdasarkan harga
menghargai, hormat menghormati. Berhubung dengan adanya ketegangan
politik, yaitu antara Blok Uni Soviet dan Blok Amerika Serikat, maka
pemerintah Indonesia tidak akan menambah ketegangan itu dengan turut
campur dalam perang dingin yang merajalela antara dua blok itu. Atas
pendirian di muka, maka Republik Indonesia sebagai anggota Perserikatan
Bangsa-Bangsa ( PBB ) tentu menggunakan forum PBB tersebut untuk membela
cita-cita perdamaian dunia.
Pada bulan Mei 1952 Kabinet Wilopo menerangkan kepada
Parlemen antara lain : …..asal mulanya pemerintah menyatakan sikap bebas
dalam perhubungan luar negeri, ialah untuk menegaskan bahwa berhadapan
dengan kenyataan adanya dua aliran bertentangan dalam kalangan
internasional yang mewujudkan dua blok yaitu Blok Barat dengan Amerika
Serikat dan sekutu-sekutunya dan Blok Timur dengan Uni Soviet dan
teman-temannya. Republik Indonesia bersifat bebas dengan makna :
a. tidak memilih salah satu pihak untuk selamanya dengan mengikat diri kepada salah satu blok dalam pertentangan itu, dan
b. tidak
mengikat diri untuk selamanya; akan tidak campur tangan atau bersifat
netral dalam tiap-tiap peristiwa yang terbit dari pertentangan antara
dua blok itu tadi.
Demikianlah penegasan demi penegasan mengenai politik luar negeri
Republik Indonesia. Namun di dalam perjalanan sejarahnya, ternyata
politik luar negeri yang bebas aktif tersebut mengalami penyimpangan,
yaitu pada masa pemerintah Orde lama ( 1960-1965 ). Pada masa tersebut
Republik Indonesia semakin terikat pada blok komunis, sedangkan
negara-negara blok barat dimusuhi dan dicap sebagai "nekolim",
kolonialisme-imperialisme gaya baru. Persahabatan dan perdamaian di
dunia menjadi berkonfrontasi dengan negara serumpun mengganyang
Malaysia. Pada masa Orde Lama itu muncullah apa yang dikenal dengan nama
poros Jakarta - Pnom Penh - Hanoi - Peking - Pyongyang, dan berakhir
pada klimaksnya peristiwa pemberontakan komunis dengan G. 30.S / PKI nya
pada tanggal 30 September 1965.
c. Politik Luar Negeri Bebas Aktif pada Masa Orde Baru
Meletusnya pemberontakan G.30.S/PKI menimbulkan
banyak korban, terutama korban jiwa. Akibatnya muncullah berbagai
tuntutan yang disponsosri oleh berbagai kesatuan aksi dengan tuntutannya
yang terkenal "TRITURA" (Tri Tuntutan Rakyat ), yaitu bubarkan PKI,
turunkan harga dan reshuffle
kabinet. Tuntutan pertama dapat dipenuhi pada tanggal 12 Maret 1966.
Dan segera setelah itu pada bulan Juni sampai Juli 1966 Majelis
Permusyawaratan Rakyat Sementara (setelah anggota-anggotanya diperbarui)
menyelenggarakan sidang umum dengan menghasilkan sebanyak 24 ketetapan.
Salah satu ketetapan MPRS tersebut adalah ketetapan No.XII/MPRS/1966
tentang Penegasan Kembali Landasan Kebijaksanaan Politik Luar Negeri RI.
Di dalam ketetapan tersebut antara lain diatur hal-hal sebagai berikut :
1) Bebas-aktif,
anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan
manifestasinya danikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
2) Mengabdi kepada kepentingan nasional dan Amanat Penderitaan Rakyat.
Politik Luar Negeri Bebas Aktif bertujuan :
Mempertahankan kebebasan Indonesia terhadap imperialis dan kolonialisme
dalam segala bentuk dan manifestasinya dan menegakkan ketiga segi
kerangka tujuan Revolusi, yaitu :
1) pembentukan
satu Negara Republik Indonesia yang berbentuk Negara Kesatuan dan
Negara Kebangsaan yang demokratis, dengan wilayah kekuasaan dari Sabang
sampai ke Merauke.
2) Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur material dan spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu.
3) Pembentukan
satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara
di dunia, terutama sekali dengan negara-negara Afrika dan Asia atas
dasar bekerjasama membentuk satu dunia baru yang bersih dari
imperialisme dan kolonialisme menuju kepada perdamaian dunia yang
sempurna.
Kemudian secara berturut-turut penegasan politik luar negeri yang
bebas-aktif oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat selalu dipertegas dalam
setiap kali menyelenggarakan sidang umum, baik Sidang Umum 1973, 1978,
1983, 1988, 1993, 1998 maupun dalam Sidang Umum MPR 1999. Penegasan
politik Luar Negeri Bebas-Aktif yang dituangkan di dalam Ketetapan MPR
No.IV/MPR/1973 Bab III huruf B Arah Pembangunan Jangka Panjang, di sana
ditegaskan : Dalam bidang politik luar negeri yang bebas aktif
diusahakan agar Indonesia terus dapat meningkatkan peranannya dalam
memberikan sumbangannya untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia
yang abadi, adil dan sejahtera.
Rumusan tersebut dipertegas lagi pada bab IVD ( Arah dan Kebijaksanaan
Pembangunan ) huruf c bidang politik. Aparatur Pemerintah, Hukum dan
Hubungan Luar Negeri, di mana dalam hal hubungan luar negeri diatur
dalam hal-hal sebagai berikut :
1) Terus
melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif dengan mengabdikannya
kepada Kepentingan Nasional, khususnya pembangunan ekonomi.
2) Mengambil
langkah-langkah untuk memantapkan stabilitas wilayah Asia Tenggara dan
Pasifik Barat Daya, sehingga memungkinkan negara-negara di wilayah ini
mampu mengurus masa depannya sendiri melalui pengembangan ketahanan
nasionalnya masing-masing, serta memperkuat wadah dan kerjasama antara
negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
3) Mengembangkan
kerjasama untuk maksud-maksud damai dengan semua negara dan badan-badan
internasional dan lebih meningkatkan peranannya dalam membantu
bangsa-bangsa yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya tanpa
mengorbankan Kepentingan dan Kedaulatan Nasional.
d. Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Era Reformasi
Sidang Umum MPR 1999 juga kembali mempertegas politik luar negeri ini.
Dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN, Bab IV Arah Kebijakan,
huruf C angka 2 tentang Hubungan Luar Negeri, dirumuskan hal-hal
sebagai berikut:
1) Menegaskan
arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi
pada kepentingan nasional, menitik beratkan pada solidaritas antar
negara berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa,
menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian
bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
2) Dalam
melakukan perjanjian dan kerjasama internasional yang menyangkut
kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak harus dengan persetujuan
lembaga perwakilan rakyat.
3) Meningkatkan
kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan
diplomasi pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif
Indonesia di dunia internasional, memberikan perlindungan dan pembelaan
terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia, serta memanfaatkan
setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.
4) Meningkatkan
kualitas diplomasi guna mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan
nasional, melalui kerjasama ekonomi regional maupun internasional dalam
rangka stabilitas, kerjasama dan pembangunan kawasan.
5) Meningkatkan
kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan
bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, APEC dan WTO.
6) Memperluas
perjanjian ekstradisi dengan negara-negara sahabat serta memperlancar
prosedur diplomatik dalam upaya melaksanakan ekstradisi bagi
penyelesaian perkara pidana.
7) Meningkatkan
kerjasama dalam segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan
langsung dan kerjasama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas,
pembangunan dan kesejahteraan.
e. Ciri-ciri Politik Bebas Aktif RI
Dalam berbagai uraian tentang politik Luar Negeri yang
bebas aktif , maka Bebas dan Aktif tersebut disebut sebagai sifat
politik luar negeri RI . Bahkan di belakang kata bebas dan aktif masih
ditambahkan dengan sifat-sifat yang lain, misalnya anti kolonialisme,
anti imperialisme.
Dalam dokumen Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar
Negeri RI (1984-1989) yang telah ditetapkan oleh Menteri Luar Negeri RI
tanggal 19 Mei 1983, dijelaskan bahwa sifat Politik Luar Negeri adalah:
(1) bebas Aktif…. (2) Anti kolonialisme ….. (3) Mengabdi kepada
Kepentingan Nasional dan ……..(4) Demokratis.
Dalam risalah Politik Luar Negeri yang disusun oleh
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Masalah Luar Negeri
Departemen Luar Negeri, Suli Sulaiman ….yang disebut sifat politik luar
negeri hanya Bebas Aktif serta anti kolonialisme dan anti Imperialisme. Sementara
M. Sabir lebih cenderung untuk menggunakan istilah ciri-ciri dan sifat
secara terpisah. Menurutnya, ciri atau ciri-ciri khas biasanya disebut
untuk sifat yang lebih permanen, sedangkan kata sifat memberi arti sifat
biasa yang dapat berubah-ubah. Dengan demikian karena bebas dan aktif
merupakan sifat yang melekat secara permanen pada batang tubuh politik
bebas aktif, penulis menggolongkannya sebagai ciri-ciri politik
bebas-aktif sedangkan Anti Kolonialisme dan Anti Imperialisme
menyebutnya sebagai sifat.
f. Pengertian Politik Bebas Aktif RI
Sebagaimana telah diuraikan terdahulu,
rumusan yang ada pada alinea I dan alinea IV Pembukaan UUD 1945
merupakan dasar hukum yang sangat kuat bagi politik luar negeri RI.
Namun dari rumusan tersebut, kita belum mendapatkan gambaran mengenai
makna politik luar negeri yang bebas aktif. Karena itu dalam uraian ini
akan dikutip beberapa pendapat mengenai pengertian bebas dan aktif . A.W
Wijaya merumuskan : Bebas, berarti tidak terikat oleh suatu ideologi
atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara - negara
tertentu, atau negara-negara adikuasa (super power).
Aktif artinya dengan sumbangan realistis giat
mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama internasional dengan
menghormati kedaulatan negara lain.
Sementara itu Mochtar Kusumaatmaja merumuskan bebas
aktif sebagai berikut
:
Bebas : dalam pengertian bahwa Indonesia tdak memihak
pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan
kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila.
Aktif : berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan
luar negerinya, Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas
kejadian-kejadian internasionalnya, melainkan bersifat aktif .
B.A Urbani menguraikan pengertian bebas sebagai berikut
: perkataan bebas dalam politik bebas aktif tersebut mengalir dari
kalimat yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut : supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas. Jadi menurut pengertian ini, dapat
diberi definisi sebagai "berkebebasan politik untuk menentukan dan
menyatakan pendapat sendiri, terhadap tiap-tiap persoalan internasional
sesuai dengan nilainya masing-masing tanpa apriori memihak kepada suatu
blok".
g. Tujuan Politik Luar Negeri RI
Di dalam dokumen yang berhasil disusun oleh pemerintah
yang dituangkan di dalam Rencana Strategi Politik Luar negeri RI
(1984-1989) antara lain dinyatakan bahwa politik Luar negeri suatu
negara hakekatnya merupakan salah satu sarana untuk mencapai kepentingan
nasional. Sedangkan di Indonesia, jika dicermati, rumusan pokok
kepentingan nasional itu dapat dicari dalam alinea IV Pembukaan UUD
1945, yaitu bahwa bangsa Indonesia diamanatkan untuk membentuk suatu
Pemerintah Negara Indonesia yang menyelenggarakan empat fungsi sebagai
berikut :
1) Fungsi Hankam ; dalam hal ini adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2) Fungsi Ekonomi , yaitu memajukan kesejahteraan umum.
3) Fungsi Sosial dan Budaya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
4) Fungsi
Politik, yaitu pada rumusan kalimat ……..ikut melaksanakan ketertiban
dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Keempat fungsi pokok tersebut sesungguhnya sekaligus juga merupakan tujuan nasional bangsa Indonesia.
3. Peranan Indonesia dalam Percaturan Internasional.
Kalian tentunya masih ingat apa sifat politik luar
negeri Indonesia. Bebas aktif kan? Dalam rangka mewujudkan politik luar
negeri yang bebas dan aktif itulah, maka Indonesia memainkan sejumlah
peran dalam percaturan internasional. Peran yang cukup menonjol yang
dimainkan oleh Indonesia adalah dalam rangka membantu mewujudkan
pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. Dalam hal ini
Indonesia sudah cukup banyak pengirimkan Kontingen Garuda ( KONGA ) ke
luar negeri. Sampai sekarang ini Indonesia telah mengirimkan kontingen
garudanya sampai dengan kontingen garuda yang ke duapuluh ( XX ). Dan
dalam waktu dekat akan segera dikirimkan kontingen garuda ke Libanon,
meskipun hal ini tidak disetujui oleh Israel.
Secara garis besar kontingen garuda yang telah dikirim ke luar negeri secara berturut-turut adalah :
Konga I bertugas di Mesir, yang dikirim pada bulan
Nopember l956, dengan tugas mengamankan dan mengawasi genjatan senjata
di Mesir.
Konga II dikirim pada bulan September l960 yang bertugas di Kongo. Tugas ini diembannya sampai bulan Mei l961
Konga III dikirim ke Kongo pada bulan Desember l963 sampai Agustus l964
Konga IV, Konga V dan Konga VII di kirim ke Vietnam, dan bertugas mulai bulan Januari l974.
Konga VI, dikirim ke Sinai, Mesir, bertugas dari bulan Agustus l973 sampai April l974.
Konga VIII, ke Sinai, Mesir, pada bulan September l974 .
Konga IX, ke Irak-Iran, pada bulan Agustus l988 sampai bulan Nopember l990.
Konga X, ke Namibia, pada bulan Juni l989 sampai Maret l990.
Konga XI, ke perbatasan Irak-Kuwait, pada bulan April l991 sampai Nopember l991.
Konga XII, ke Kamboja, pada bulan Oktober l991 sampai Mei l993
Konga XIII, ke Somalia, pada bulan Juli l992 sampai April l993
Konga XIV, ke Bosnia Herzegovina, bulan Nopember l993 sampai Nopember l995
Konga XV, ke Georgia, bulan Oktober l994 sampai Nopember l995.
Konga XVI, ke Mozambik, tahun l994.
Konga XVII, ke Philipina, Oktober l994 sampai Nopember l994
Konga XVIII, ke Tajikistan, Nopember l997.
Konga XIX, yang terdiri atas XIX-1, XIX-2, XIX-3 dan XIX-4, bertugas di Siera Leone, mulai l999 sampai 2002
Konga XX, bertugas di Republik Demokratik Kongo, tahun 2005
Selain pengiriman Kontingen Garuda, Indonesia juga
mempunyai sumbangan yang cukup berarti bagi penyelesaian sengketa yang
terjadi di Kamboja, dengan menyelenggarakan Pertemuan Informal Jakarta (Jakarta Informal Meeting)
I dan II.Indonesia juga pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan
Keamanan, menjadi anggota Badan Tenaga Atom Internasional. Salah seorang
putra terbaik Indonesia juga pernah memegang jabatan Presiden Majelis
Umum PBB yaitu Adam Malik tahun 1971.
Indonesia juga menjadi sponsor dan sekaligus tuan rumah
diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun l955; menjadi
salah satu sponsor lahirnya Gerakan Nonblok, juga sponsor lahirnya
organisasi regional Asia Tenggara “ASEAN”.
Apa yang diuraikan di muka adalah sejumlah contoh yang
menggambarkan bagaimana peranan Indonesia di dalam percaturan
internasional.
C. Dampak Globalisasi Terhadap Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan bernegara
Sekarang ini kita sudah berada dalam era globalisasi,
tentu saja kita tidak akan dapat melepaskan diri dari globalisasi ini.
Sudah barang tentu globalisasi ini akan berdampak terhadap kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
1. Dampak globalisasi ekonomi
Pada bagian awal telah diungkapkan selintas bagaimana
produk-produk negara lain memasuki pasar kita. Itu merupakan tanda yang
menunjukkan terjadinya globalisasi ekonomi. Globalisasi ekonomi ini
sesungguhnya didukung oleh sebuah kekuatan yang luar biasa hebatnya,
yaitu apa yang disebut liberalisme ekonomi, yang sering juga disebut
kapitalisme pasar bebas.
Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang mengatur
proses produksi dan pendistribusian barang dan jasa. Kapitalisme ini
mempunyai tiga ciri pokok, yaitu pertama, sebagian besar sarana produksi
dan distribusi dimiliki oleh individu;kedua , barang dan jasa
diperdagangkan di pasar bebas yang bersifat kompetitif; ketiga, modal
diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk menghasilkan laba.
Bagi negara-negara berkembang, hal tersebut jelas akan
sangat merugikan, karena produk dalam negerinya tidak akan mampu
bersaing dengan produk negara maju.
Selain itu, bagi masyarakat, yang mengikuti pola hidup
yang konsumtif, akan langsung menggunakan apa saja yang datang dari
negara lain, karena barangkali itu yang dianggap paling baik, juga
sebagai pertanda sudah memasuki kehidupan yang modern.
Jika dilihat dari kacamata yang positif, maka
globalisasi akan mempunyai dampak yang menyenangkan, karena dengan
globalisasi di bidang ekonomi, orang akan secara mudah memperoleh
barang konsumtif yang dibutuhkan, membuka lapangan kerja bagi yang
memiliki ketrampilan, dapat mempermudah proses pembangunan industri,
juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
2. Dampak Globalisasi sosial budaya
Dalam bidang sosial dan budaya, dampak globalisasi
antara lain adalah meningkatnya individualisme , perubahan pada pola
kerja, terjadinya pergeseran nilai kehidupan dalam masyarakat. Selain itu juga dapat mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa.
3. Dampak globalisasi politik
Dalam bidang politik, dampak globalisasi antara lain adalah dengan
perubahan sistem kepartaian yang dianut, sehingga memunculkan adanya
partai baru-partai baru; kesadaran akan perlunya jaminan perlindungan
hak asasi manusia, terjadinya perubahan sistem ketatanegaraan,
pelaksanaan pemilihan umum untuk anggota –anggota parlemen, pemilihan
Presiden dan Wapres, Pemilihan Gubernur dan Wagub serta pemilihan Bupati
dan Wabup/ Walikota dan Wakil Walikota yang dilaksanakan scara
langsung.
cr : http://komunitasgurupkn.blogspot.com/2011/09/materi-pkn-kelas-ix-globalisasi.html
Silahkan Cari ^^
Kamis, 20 Februari 2014
Short Functional Text - B.Inggris
1. Announcement (pengumuman)
Announcement (pengumuman) adalah pernyataan lisan atau tertulis yang ditujukan untuk memberitahukan sesuatu kepada orang banyak.
• Pengumuman lisan minimal memuat:
a. kepada siapa pengumuman tersebut ditujukan.
b. isi atau niaksud dan pengumuman tersebut. Pengumuman lisan biasanya singkat dan diakhiri dengan ucapan terirna kasih.
Contoh:
Attention, please:
To all passengers of Argolawu train, please get on board now. The train is going to leave in 5 minutes. Thank you.
• Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengumuman bentuk tertulis adalah:
a. Judul atau jenis kejadian (The title/type of event)
b. Tanggal dan waktu (date and time)
c. Tempat (place)
d. orang/alamat yanga dapat dihubungi (contact person/address)
Contoh:
ANNOUNCEMENT
SCHOOL TRIP TO PARANGTRITIS SANDS BEACH
On 20 of December, there will be a school trip to Parangtritis Sand Beach.
Departure : 07.30 a.m
Programs : swimming, games, volleyball, and lunch at the Parangtritis Beach Hotel Restaurant
Fee : Rp. 75.000, 00
Contact person : Linda, Rendi
Chairperson
Arsad M
2. Advertisement (Iklan)
Advertisement is a public announcement in a newspaper or on the radio, television, or Internet advertising something such as a product for sale or an event.
3. Brochure
A brochure or pamphlet is a leaflet advertisement. Brochures may advertise locations, events, hotels, products, services, etc. They are usually succinct in language and eye-catching in design, and usually using a headlines.
4. Poster
A poster is any large piece of printed paper designed to be attached to a wall or vertical surface. Typically posters include both textual and graphic elements, although a poster may be either wholly graphical or wholly textual. Posters are designed to be both eye-catching and convey information. Posters may be used for many purposes, and they are a frequent tool of advertisers (particularly of events, musicians and films) to communicate a message.
Announcement (pengumuman) adalah pernyataan lisan atau tertulis yang ditujukan untuk memberitahukan sesuatu kepada orang banyak.
• Pengumuman lisan minimal memuat:
a. kepada siapa pengumuman tersebut ditujukan.
b. isi atau niaksud dan pengumuman tersebut. Pengumuman lisan biasanya singkat dan diakhiri dengan ucapan terirna kasih.
Contoh:
Attention, please:
To all passengers of Argolawu train, please get on board now. The train is going to leave in 5 minutes. Thank you.
• Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengumuman bentuk tertulis adalah:
a. Judul atau jenis kejadian (The title/type of event)
b. Tanggal dan waktu (date and time)
c. Tempat (place)
d. orang/alamat yanga dapat dihubungi (contact person/address)
Contoh:
ANNOUNCEMENT
SCHOOL TRIP TO PARANGTRITIS SANDS BEACH
On 20 of December, there will be a school trip to Parangtritis Sand Beach.
Departure : 07.30 a.m
Programs : swimming, games, volleyball, and lunch at the Parangtritis Beach Hotel Restaurant
Fee : Rp. 75.000, 00
Contact person : Linda, Rendi
Chairperson
Arsad M
2. Advertisement (Iklan)
Advertisement is a public announcement in a newspaper or on the radio, television, or Internet advertising something such as a product for sale or an event.
3. Brochure
A brochure or pamphlet is a leaflet advertisement. Brochures may advertise locations, events, hotels, products, services, etc. They are usually succinct in language and eye-catching in design, and usually using a headlines.
4. Poster
A poster is any large piece of printed paper designed to be attached to a wall or vertical surface. Typically posters include both textual and graphic elements, although a poster may be either wholly graphical or wholly textual. Posters are designed to be both eye-catching and convey information. Posters may be used for many purposes, and they are a frequent tool of advertisers (particularly of events, musicians and films) to communicate a message.
Barisan & Deret - Matematika
Di dalam Matematika, sebuah barisan bilangan adalah daftar terurut dari suatu bilangan. Seperti layaknya himpunan, suatu barisan juga memiliki anggota (elemen) yang biasanya disebut suku. Contoh suatu barisan adalah sebagai berikut:
Deret bilangan merupakan penjumlahan suku-suku dari barisan yang bersesuaian. Contoh deret bilangan yang dibentuk dari barisan-barisan diatas adalah sebagai berikut:
Rumus umum suku ke-
adalah 
dengan
adalah suku awal atau suku pertama dan
merupakan selisih suku-suku yang berdekatan.
Jumlah angka pada seluruh barisan:



Deret bilangan merupakan penjumlahan suku-suku dari barisan yang bersesuaian. Contoh deret bilangan yang dibentuk dari barisan-barisan diatas adalah sebagai berikut:
Barisan Aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan yang selisih antara suku-suku yang berdekatan tetap/konstan.Rumus umum suku ke-
dengan
Jumlah angka pada seluruh barisan:
Barisan Geometri
TRANSFOMATOR - IPA Fisika
Besar
tegangan dan kuat arus pada trafo bergantung banyaknya lilitan. Besar tegangan
sebanding dengan jumlah lilitan. Makin banyak jumlah lilitan tegangan yang
dihasilkan makin besar. Hal ini berlaku untuk lilitan primer dan sekunder.
Hubungan antara jumlah lilitan primer dan sekunder dengan tegangan primer dan
tegangan sekunder dirumuskan
Trafo
dikatakan ideal jika tidak ada energi yang hilang menjadi kalor, yaitu ketika
jumlah energi yang masuk pada kumparan primer sama dengan jumlah energi yang
keluar pada kumparan sekunder. Hubungan antara tegangan dengan kuat arus pada
kumparan primer dan sekunder dirumuskan
Jika
kedua ruas dibagi dengan t, diperoleh rumus
Dalam
hal ini faktor (V × I) adalah daya (P) transformator. Berdasarkan rumus-rumus
di atas, hubungan antara jumlah lilitan primer dan sekunder dengan kuat arus
primer dan sekunder dapat dirumuskan sebagai
Dengan
demikian untuk transformator ideal akan berlaku persamaan berikut.
Dengan:
Vp =
tegangan primer (V)
Vs =
tegangan sekunder (V)
Np =
jumlah lilitan primer
Ns =
jumlah lilitan sekunder
Ip =
kuat arus primer (A)
Is =
kuat arus sekunder (A)
Namun
kenyataannya apakah ada tranformasi (trafo) yang ideal? Trafo yang ideal itu
hanya ada dalam teori fisika saja, sesungguhnya trafo seperti itu tidak pernah
ada. Belum tentu energi yang masuk ke dalam trafo akan keluar 100%, karena
masih ada energi yang masuk ke dalam trafo diubah menjadi energi lain. Untuk
lebih jelasnya silahkan baca pada postingan Mafia Online yang berjudul
”Efisiensi Transformator”
Setelah
Anda mempelajari materi transformator yang ideal maka sekarang kami
berikan beberapa contoh soal tentang Tansformator ideal.
Contoh Soal 1
Perbandingan
lilitan primer dengan lilitan sekunder sebuah transformator adalah 4:10. Jika
kuat arus primer 5 ampere, berapakah kuat arus sekunder?
Penyelesaian:
Diketahui:
NP
: NS = 4 : 10,
IP=
5 A.
Ditanyakan: IS
= ?
Jawab:
IS
= (NP / NS) x IP
IS
= (4/10) x 5
IS
= 2 A
Jadi kuat
arus sekundernya 1 Ampere.
Contoh Soal 2
Sebuah
trafo digunakan untuk menaikkan tegangan AC dari 12 V menjadi 120 V. Hitunglah
kuat arus primer, jika kuat arus sekunder 0,6 A dan hitunglah jumlah lilitan sekunder,
jika jumlah lilitan primer 300.
Penyelesaian:
Diketahui:
Vp = 12
V
Is =
0,6 A
Vs =
120 V
Np =
300
Ditanya: IP = ... ?
dan Ns= ... ?
Jawab:
Vp/Vs =
Is/Ip
Ip = (Vs/Vp)
x Is
Ip =
(120 V/12 V) x 0,6 A
Ip = 6
A
Vp/Vs =
Np/Ns
Ns = (Vs/Vp)
x Ns
Ns = (120
V/12 V) x 300
Ns = 3000
Jadi,
kuat arus primernya 0,6 A dan kumparan sekunder terdiri atas 3.000 lilitan.
Contoh Soal 3
Sebuah
transformator dihubungkan dengan PLN pada tegangan 100 V menyebabkan kuat arus
pada kumparan primer 10 A. Jika perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder
1 : 25, hitunglah tegangan pada kumparan sekunder dan kuat arus pada kumparan sekunder.
Penyelesaian:
Diketahui:
Vp = 100
V
Ip = 10
A
Np : Ns
= 1 : 25
Ditanya: Vs = ... ? dan Is= ...
?
Jawab:
Vp/Vs =
Np/Ns
Vs = (Ns/Np)
x Vp
Vs = (25/1)
x 100 V
Vs =
2.500 V
Np/Ns =
Is/Ip
Is = (Np/Ns)
x Ip
Is = (1/25)
x 10 A
Is = 0,4
A
Jadi,
tegangan sekundernya 2.500 V dan kuat arus sekundernya 0,4 A.cr : http://mafia.mafiaol.com/2012/12/transformator-ideal.html
Pewarisan Sifat - IPA Biologi
Pewarisan Sifat (Materi IPA Kelas 9 SMP/MTs)
Pewarisan sifat (Plassa).
Makhluk hidup yang ada di muka bumi ini sangat beragam. Setiap jenis
makhluk hidup mempunyai sifat dan ciri tersendiri sehingga dapat
membedakannya antara yang satu dengan yang lainnya. Sifat atau ciri yang
dimiliki oleh setiap makhluk hidup ada yang dapat diturunkan dan ada
pula yang tidak dapat diturunkan. Dalam pewarisan sifat dari generasi ke generasi berikutnya mengikuti pola tertentu yang khas bagi setiap makhluk hidup. Pewarisan sifat
dari induk kepada keturunannya disebut hereditas. Cabang biologi yang
khusus mempelajari tentang hereditas adalah genetika. Tokoh yang sangat
berjasa dalam menemukan hukum-hukum genetika adalah Gregor Johann Mendel
(1822 – 1884) dari Austria. Beliau lahir tanggal 22 Juli 1822. Karena
jasanya itu beliau dijuluki sebagai Bapak Genetika.
A. MATERI GENETIS
Di dalam setiap sel terdapat faktor pembawaan sifat keturunan (materi
genetis), misalnya pada sel tulang, sel darah, dan sel gamet. Substansi
genetis tersebut terdapat di dalam inti sel (nukleus), yaitu pada
kromosom yang mengandung gen. Gen merupakan substansi hereditas yang
terdiri atas senyawa kimia tertentu, yang menentukan sifat individu. Gen
mempunyai peranan penting dalam mengatur pertumbuhan sifat-sifat
keturunan. Misalnya pertumbuhan bentuk dan warna rambut, susunan darah,
kulit, dan sebagainya.
1. Gen
Morgan, seorang ahli genetika dari Amerika menemukan bahwa faktor-faktor
keturunan yang dinamakan gen tersimpan di dalam lokus yang khas di
dalam kromosom. Gen-gen terletak pada kromosom secara teratur dalam satu
deretan secara linier dan lurus berurutan. Dengan menggunakan simbol,
kromosom dapat digambarkan sebagai garis panjang vertikal dan gen-gen
sebagai garis pendek horizontal pada garis vertikal tersebut. Karena
letak gen yang linier dan lurus berurutan, maka secara simbolik dapat
dilukiskan pula garis-garis pendek horizontal (gen-gen) tersebut
berderetan.
Gen yang menentukan sifat-sifat dari suatu individu biasanya diberi
simbol huruf pertama dari suatu sifat. Gen dominan (yang mengalahkan gen
lain) dinyatakan dengan huruf besar dan resesif (gen yang dikalahkan
gen yang lain) dinyatakan dengan huruf kecil.
Sebagai contoh, pada tanaman ercis dapat dinyatakan
T = simbol untuk gen yang menentukan batang tinggi;
t = simbol untuk gen yang menentukan batang rendah.
T = simbol untuk gen yang menentukan batang tinggi;
t = simbol untuk gen yang menentukan batang rendah.
Karena tanaman ercis individu yang diploid, maka simbol tanaman itu ditulis dengan huruf dobel.
TT= simbol untuk tanaman berbatang tinggi;
tt = simbol untuk tanaman berbatang rendah.
TT= simbol untuk tanaman berbatang tinggi;
tt = simbol untuk tanaman berbatang rendah.
2. Kromosom
Kromosom terdapat di dalam nukleus mempunyai susunan halus berbentuk
batang panjang atau pendek, lurus atau bengkok. Di dalam nukleus
terdapat substansi berbentuk benang-benang halus, seperti jala yang
dapat menyerap zat warna. Benang-benang halus tersebut dinamakan
retikulum kromatin. Retikulum berarti jala yang halus. Kroma berarti
warna, dan tin berarti badan. Definisi Kromosom adalah benang-benang
halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetis kepada
keturunannya.
Kromosom dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa pada sel-sel
yang sedang membelah. Dalam sel yang aktif melakukan metabolisme,
kromosom-kromosom memanjang dan tidak tampak. Namun, menjelang sel
mengalami proses pembelahan, kromosom-kromosom tersebut memendek dan
menebal, serta mudah menyerap zat warna, sehingga mudah kita lihat
melalui mikroskop.
a. Jumlah dan tipe kromosom
Setiap organisme mempunyai jumlah kromosom tertentu, ada yang banyak ada pula yang hanya sedikit. Manusia mempunyai 46 kromosom dalam setiap inti selnya, 23 kromosom berasal dari ibu dan 23 kromosom berasal dari ayah. Manusia memulai hidupnya dari sebuah sel, yaitu sel telur yang dibuahi sel sperma. Sel telur dan sel sperma masing-masing mempunyai 23 kromosom (n). Sel telur yang telah dibuahi sel sperma akan menjadi zigot. Zigot yang terbentuk mempunyai 46 kromosom (2n). Untuk mengetahui jumlah kromosom yang dimiliki oleh berbagai jenis makhluk hidup, perhatikan Tabel 5.1 berikut.
Tabel 5.1 Jumlah kromosom pada berbagai jenis makhluk hidup
Pada makhluk hidup tingkat tinggi, sel tubuh mengandung dua perangkat
atau dua set kromosom yang diterima dari kedua induknya. Kromosom yang
berasal dari induk betina berbentuk serupa dengan kromosom yang berasal
dari induk jantan, sehingga sepasang kromosom yang berasal dari induk
jantan dan induk betina disebut kromosom homolog. Pengertian kromosom
homolog, yaitu kromosom yang mempunyai bentuk, fungsi, dan komposisi
yang sama. Jumlah kromosom dalam sel tubuh disebut diploid (2n). Adapun
jumlah kromosom dalam sel kelamin dinamakan haploid (n), karena hanya
memiliki separo dari jumlah kromosom dalam sel tubuh. Dua perangkat atau
dua set kromosom haploid dari suatu spesies disebut genom. Dengan
demikian, genom dapat dikatakan sebagai jumlah macam kromosom atau
perangkat kromosom dalam suatu individu. Contoh: manusia mempunyai 23
pasang kromosom haploid maka dalam sel tubuhnya berarti terdapat 2 × 23 =
46 kromosom (diploid).
Kromosom yang dimiliki oleh organisme secara umum dapat dibedakan
menjadi dua tipe, yaitu kromosom tubuh (autosom) dan kromosom seks
(gonosom). Autosom terdapat pada individu jantan maupun betina dan
sifat-sifat yang dibawa tidak ada hubungannya dengan penentuan jenis
kelamin. Gonosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin suatu
individu.
b. Struktur kromosom
Secara garis besar, struktur kromosom terdiri atas sentromer dan lengan. Sentromer atau kinetokor adalah bagian dari kromosom tempat melekatnya benang-benang spidel yang berperan menggerakkan kromosom selama proses pembelahan sel. Bagian ini berbentuk bulat dan tidak mengandung gen. Sentromer disebut juga
pusat kromosom. Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan menjadi empat macam, yaitu metasentrik, jika sentromer terletak di tengah-tengah antara kedua lengan; submetasentrik, jika sentromer terletak agak ke tengah sehingga kedua lengan tidak sama panjang; akrosentrik, jika sentromer terletak di dekat ujung, telesentrik, jika sentrometer terletak di ujung lengan kromosom.
Gambar 5.4 Macam kromosom menurut letak sentromernya
(1) metasentrik, (2) submetasentrik, (3) akrosentrik
Lengan atau badan kromosom adalah bagian kromosom yang mengandung
kromonema (pita bentuk spiral di dalam kromosom) dan gen. Selubung
pembungkus kromonema disebut matriks. Gen merupakan substansi (bahan
dasar) kimia di dalam kromosom yang mengandung informasi genetik
(pembawa sifat). Kromosom
dibentuk oleh protein dan asam-asam nukleat. Bagian ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan lainnya disebut telomer. Untuk mengetahui struktur kromosom, perhatikan Gambar 5.5.
dibentuk oleh protein dan asam-asam nukleat. Bagian ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan lainnya disebut telomer. Untuk mengetahui struktur kromosom, perhatikan Gambar 5.5.
Gambar 5.5 Struktur kromosom
B. HEREDITAS MENURUT MENDEL
Untuk membuktikan kebenaran teorinya, Mendel telah melakukan percobaan
dengan membastarkan tanaman-tanaman yang mempunyai sifat beda. Tanaman
yang dipilih adalah tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Alasannya
tanaman tersebut mudah melakukan penyerbukan silang, mudah didapat,
mudah hidup atau mudah dipelihara, berumur pendek atau cepat berbuah,
dapat terjadi penyerbukan sendiri, dan terdapat jenis-jenis yang
memiliki sifat yang mencolok. Sifat-sifat yang mencolok tersebut,
misalnya: warna bunga (ungu atau putih), warna biji (kuning atau hijau),
warna buah (hijau atau kuning), bentuk biji (bulat atau kisut), sifat
kulit (halus atau kasar), letak bunga (di ujung batang atau di ketiak
daun), serta ukuran batang (tinggi atau rendah).
Beberapa kesimpulan penting tentang hasil percobaan Mendel sebagai berikut.
1. Hibrid (hasil persilangan antara dua individu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan setiap hibrid mempunyai sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari spesies yang sama.
Beberapa kesimpulan penting tentang hasil percobaan Mendel sebagai berikut.
1. Hibrid (hasil persilangan antara dua individu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan setiap hibrid mempunyai sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari spesies yang sama.
2. Karakter atau sifat dari keturunan suatu hibrid selalu timbul kembali
secara teratur dan inilah yang memberi petunjuk kepada Mendel bahwa
tentu ada faktor-faktor tertentu yang mengambil peranan dalam pemindahan
sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3. Mendel merasa bahwa ”faktor-faktor keturunan” itu mengikuti distribusi yang logis, maka suatu hukum atau pola akan dapat diketahui dengan cara mengadakan banyak persilangan dan menghitung bentuk-bentuk yang berbeda, seperti yang tampak dalam keturunan.
3. Mendel merasa bahwa ”faktor-faktor keturunan” itu mengikuti distribusi yang logis, maka suatu hukum atau pola akan dapat diketahui dengan cara mengadakan banyak persilangan dan menghitung bentuk-bentuk yang berbeda, seperti yang tampak dalam keturunan.
1. Terminologi
Untuk mengerti jalannya penelitian Mendel, kamu perlu mempelajari beberapa istilah yang terkait dalam pewarisan sifat .
Istilah-istilah tersebut sebagai berikut.
a. P = singkatan dari kata Parental, yang berarti induk.
b. F = singkatan dari kata Filial, yang berarti keturunan. F1 berarti keturunan pertama, F2 berarti keturunan kedua, dan seterusnya.
c. Fenotipe = karakter (sifat) yang dapat kita amati (bentuk, ukuran, warna, golongan darah, dan sebagainya).
d. Genotipe = susunan genetik suatu individu (tidak dapat diamati).
e. Simbol untuk suatu gen (istilah pengganti untuk “faktor keturunan”) dikemukakan dengan sebuah huruf yang biasanya merupakan huruf pertama dari suatu sifat. Misalnya R = gen yang menyebabkan warna merah (rubra), sedangkan r = gen yang menyebabkan warna putih (alba). Dalam hal ini merah dominan terhadap putih. Oleh karena itu, diberi simbol dengan huruf besar. Gen yang resesif diberi simbol dengan huruf kecil.
f. Genotipe suatu individu diberi simbol dengan huruf dobel, karena individu itu umumnya diploid. Misalnya: RR = genotipe untuk tanaman berbunga merah, sedangkan rr = genotipe untuk tanaman berbunga putih.
g. Homozigotik = sifat suatu individu yang genotipenya terdiri atas gen-gen yang sama dari tiap jenis gen (misalnya RR, rr, AA, AABB, aabb, dan sebagainya)
Heterozigotik = sifat suatu individu yang genotipenya terdiri atas gen-gen yang berlainan dari tiap jenis gen (misalnya Rr, Aa, AaBb, dan sebagainya).
h. Alel = anggota dari sepasang gen, misalnya: R = gen untuk warna bunga merah dan r = gen untuk warna bunga putih, T = gen untuk tanaman tinggi dan t = gen untuk tanaman rendah. R dan r satu sama lain merupakan alel, tetapi R dan t bukan alel.
2. Persilangan antara Dua Individu dengan Satu Sifat Beda
Persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda disebut
persilangan monohibrid. Dominasi dapat terjadi secara penuh atau tidak
penuh (kodominan). Masing-masing dominasi ini menghasilkan bentuk
keturunan pertama (F1) yang berbeda. Persilangan monohibrid akan
menghasilkan individu F1 yang seragam, apabila salah satu induk
mempunyai sifat dominan penuh dan induk yang lain bersifat resesif.
Apabila dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama F1, akan
menghasilkan keturunan (individu F2) dengan tiga macam genotipe dan dua
macam fenotipe.
Sebaliknya, apabila salah satu induknya mempunyai sifat dominan tak penuh (intermediate), maka persilangan individu sesama F1 akan menghasilkan tiga macam genotipe dan tiga macam fenotipe. Contoh persilangan monohibrid dominan penuh terjadi pada persilangan antara kacang ercis berbunga merah dengan kacang ercis berbunga putih. Mendel menyilangkan kacang ercis berbunga merah (MM) dengan kacang ercis berbunga putih (mm) dan dihasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe (berbunga merah). Pada waktu F2, dihasilkan tiga macam genotipe dengan perbandingan 25% MM: 50% Mm : 25% Mm atau 1 : 2 : 1 dan dua macam fenotipe dengan perbandingan 75% berbunga merah : 25% berbunga putih atau merah : putih = 3 : 1. Pada individu F2 ini, yang berfenotipe merah dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu 2/3 bergenotipe heterozigot (Mm) dan 1/3 homozigot dominan (MM).
Persilangan antara kacang ercis berbunga merah dominan dengan kacang ercis berwarna putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
Sebaliknya, apabila salah satu induknya mempunyai sifat dominan tak penuh (intermediate), maka persilangan individu sesama F1 akan menghasilkan tiga macam genotipe dan tiga macam fenotipe. Contoh persilangan monohibrid dominan penuh terjadi pada persilangan antara kacang ercis berbunga merah dengan kacang ercis berbunga putih. Mendel menyilangkan kacang ercis berbunga merah (MM) dengan kacang ercis berbunga putih (mm) dan dihasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe (berbunga merah). Pada waktu F2, dihasilkan tiga macam genotipe dengan perbandingan 25% MM: 50% Mm : 25% Mm atau 1 : 2 : 1 dan dua macam fenotipe dengan perbandingan 75% berbunga merah : 25% berbunga putih atau merah : putih = 3 : 1. Pada individu F2 ini, yang berfenotipe merah dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu 2/3 bergenotipe heterozigot (Mm) dan 1/3 homozigot dominan (MM).
Persilangan antara kacang ercis berbunga merah dominan dengan kacang ercis berwarna putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
Contoh persilangan monohibrid dominan tak penuh adalah persilangan
antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dengan tanaman bunga
pukul empat berbunga putih. Mendel menyilangkan tanaman bunga pukul
empat berbunga merah (MM) dengan putih (mm) menghasilkan individu F1
yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe
(berbunga merah muda). Pada individu F2 dihasilkan tiga macam genotipe
dengan perbandingan 25% MM : 50% Mm : 25% mm atau 1 : 2 : 1 dan 3 macam
fenotipe dengan perbandingan 25% berbunga merah : 50% berbunga merah
muda : 25% berbunga putih atau merah :
merah muda : putih = 1 : 2 : 1. Pada individu F2 ini yang berfenotipe merah dan putih selalu homozigot, yaitu MM dan mm. Persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dominan dengan bunga pukal empat berbunga putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
merah muda : putih = 1 : 2 : 1. Pada individu F2 ini yang berfenotipe merah dan putih selalu homozigot, yaitu MM dan mm. Persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dominan dengan bunga pukal empat berbunga putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut.
Jika kita perhatikan kedua contoh persilangan di atas, pada saat
pembentukan gamet terjadi pemisahan gen-gen yang sealel, sehingga setiap
gamet hanya menerima sebuah gen saja. Misalnya pada tanaman yang
bergenotipe Mm, pada saat pembentukan gamet, gen M memisahkan diri
dengan gen m, sehingga gamet yang
terbentuk memiliki gen M atau gen m saja. Prinsip ini dirumuskan sebagai Hukum Mendel I (Hukum Pemisahan Gen yang Sealel) yang menyatakan bahwa “Selama meiosis, terjadi pemisahan pasangan gen secara bebas sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya.”
terbentuk memiliki gen M atau gen m saja. Prinsip ini dirumuskan sebagai Hukum Mendel I (Hukum Pemisahan Gen yang Sealel) yang menyatakan bahwa “Selama meiosis, terjadi pemisahan pasangan gen secara bebas sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya.”
3. Persilangan antara Dua Individu dengan Dua Sifat Beda
Persilangan antara dua individu dengan dua sifat beda disebut juga persilangan dihibrid. Pada persilangan tersebut Mendel menyilangkan tanaman ercis dengan biji yang mempunyai dua sifat beda, yaitu bentuk dan warna biji. Kedua sifat beda tersebut ditentukan oleh gen-gen sebagai berikut.
B = gen yang menentukan biji bulat.
b = gen yang menentukan biji keriput.
K = gen yang menentukan biji berwarna kuning.
k = gen yang menentukan biji berwarna hijau.
Jika tanaman kapri yang berbiji bulat kuning (BBKK) disilangkan dengan kapri yang berbiji keriput hijau (bbkk), semua tanaman F1 berbiji bulat kuning. Jika tanaman F1 dibiarkan mengadakan penyerbukan sendiri, F2 memperlihatkan 16 kombinasi yang terdiri atas empat macam fenotipe, yaitu tanaman berbiji bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning, dan keriput hijau. Dalam percobaan ini Mendel mendapatkan 315 tananman berbiji bulat kuning, 100 tanaman berbiji bulat hijau, 101 tanaman berbiji keriput kuning, dan 32 tanaman keriput hijau. Angka-angka tersebut menujukkan suatu perbandingan fenotipe yang mendekati 9 : 3 : 3 : 1.
Pada saat pembentukan gamet (pembelahan meiosis) anggota dari sepasang gen memisah secara bebas (tidak saling memengaruhi). Oleh karena itu, pada persilangan dihibrid tersebut terjadi empat macam pengelompokan dari dua pasang gen, yaitu:
a. gen B mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet BK;
b. gen B mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet Bk;
c. gen b mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet bK;
d. gen b mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet bk;
Prinsip tersebut di atas dirumuskan sebagai Hukum Mendel II (Hukum Pengelompokkan Gen secara Bebas) yang menyatakan bahwa:
a. setiap gen dapat berpasangan secara bebas dengan gen lain membentuk alela,
b. keturunan pertama menunjukkan sifat fenotipe dominan,
c. keturunan kedua menunjukkan fenotipe dominan dan resesif dengan perbandingan tertentu, misalnya pada persilangan monohibrid 3 : 1 dan pada persilangan dihibrid 9 : 3 : 3 : 1.
Untuk memperjelas pemahamanmu tentang persilangan dihibrid, perhatikan bagan persilangan antara kapri (ercis) biji bulat warna kuning dengan kapri biji keriput warna hijau yang menghasilkan F1 berupa kapri berbiji bulat warna kuning.
Perbandingan genotipe F2
= BBKK : BBKk : BkKK : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk
= 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1
Perbandingan fenotipe F2
= bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau
= 9 : 3 : 3 :1
= BBKK : BBKk : BkKK : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk
= 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 : 1 : 2 : 1
Perbandingan fenotipe F2
= bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau
= 9 : 3 : 3 :1
4. Beberapa Rumus untuk Memprediksi Mengenai Keturunan
Dari berbagai contoh persilangan di atas dapat disusun rumus-rumus untuk memprediksi beberapa hal yang ada hubungannya dengan keturunan, seperti banyaknya macam gamet yang dibentuk oleh suatu individu, jumlah kombinasi F2, banyaknya macam genotipe F2, dan banyaknya macam fenotipe F2. Perhatikan Tabel 5.2 berikut.
5. Manfaat Ilmu pewarisan sifat
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, teknologi banyak dimanfaatkan agar kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah dan nyaman. Ilmu pewarisan sifat atau dalam biologi dinamakan Genetika, dimanfaatkan khususnya dalam usaha untuk mengembangbiakkan hewan atau tumbuhan yang memiliki sifat-sifat unggul.
Sifat unggul hewan atau tumbuhan bisa diperoleh dengan jalan persilangan diantara hewan atau tumbuhan yang ingin kita dapatkan bibit unggulnya. Misalnya di bidang pertanian, para ilmuwan berhasil menyilangkan berbagai jenis padi sehingga akhirnya ditemukan bibit padi yang memiliki sifat unggul berdaya hasil tinggi, umur pendek, dan rasanya enak. Ditemukan pula bibit kelapa hibrida dan jagung hibrida yang berdaya hasil tinggi. Di bidang peternakan, melalui persilangan dapat ditemukan bibit hewan ternak seperti ayam, sapi, dan kuda. Di bidang kedokteran, dapat ditemukan cara untuk mencegah agar keturunan seseorang tidak memiliki penyakit atau cacat bawaan.
Teknik yang biasa dipakai untuk menghasilkan hal-hal seperti di atas adalah rekayasa genetika. Rekayasa genetika adalah suatu teknik untuk mengubah gen makhluk hidup agar makhluk hidup tersebut memiliki sifat unggul. Dengan rekayasa genetika bisa juga untuk menghilangkan sifat jelek pada induk sehingga tidak diturunkan kepada keturunannya.
cr : http://memetmulyadi.blogspot.com/2012/02/pewarisan-sifat-materi-ipa-kelas-9.html
Langganan:
Postingan (Atom)













