Silahkan Cari ^^

Kamis, 20 Februari 2014

Penjaskes (Rangkuman Materi)

Bola basket
1. Permainan bola basket
Permainan bola basket merupakan permainan beregu bola besar. Permainan ini dimainkan oleh dua tim. Setiap tim berjumlah lima orang. Tujuan utama dari permainan ini ialah memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke dalam keranjang lawan.
a. Peraturan permainan
1) Ukuran lapangan
Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang. Panjang = 26 meter. Lebar = 14 meter. Diameter lingkaran tengah = 3,60 meter. Panjang garis daerah hukuman = 1,20 meter.
2) Ukuran ring dan papan pantul
Ukuran papan = 1,05 × 1,8m dengan kotak kecil di tengah 45 × 59 cm. Jarak papan paling bawah ke lantai = 2,9 m. Tinggi ring dari lantai = 3,05 m. Diameter ring = 45 cm. Jarak tepi ring ke papan = 15 cm. Jarak baseline/endlineke papan = 1,2 m. Panjang jaring terjuntai = 40-45 cm.
3) Pemain
Setiap regu dalam permainan bola basket terdiri atas 12 orang, namun hanya 5 orang yang menjadi pemain lapangan.
4) Ukuran bola
Bola basket berbentuk bulat, ter-buat dari karet, kulit, atau bahan sintetis lainnya. Lingkaran bola 74,9-78 cm dan berat 567-650 gram.
5) Ketentuan waktu
Waktu pertandingan dalam permainan bola basket adalah 2 × 20 menit atau 4 × 12 menit, dengan lamanya istirahat berkisar antara 10-15 menit.
b. Teknik dasar permainan
Permainan bola basket merupakan permainan yang membutuhkan kerja sama tim.
1) Teknik mengoper dan menangkap bola
Teknik mengoper bola (passing the ball) dan menangkap bola (catching the ball) merupakan teknik yang sangat dominan dalam permainan bola basket.
a) Operan setinggi dada (chest pass)
Cara melakukannya sebagai berikut.
• Berdiri dengan kedua kaki dibuka agak lebar, kedua lutut ditekuk, dan punggung lurus.
• Bola dipegang kedua tangan di depan dada dan pandangan ke depan.
• Lemparkan bola dengan kedua tangan lurus ke depan.
• Posisi kedua telapak tangan menjadi menghadap keluar.
b) Operan pantul (bounce pass)
Cara melakukannya sebagai berikut.
• Berdiri dengan kedua kaki dibuka agak lebar, salah satu kaki di depan, dan punggung lurus.
•Bola dipegang kedua tangan di depan dada dan pandangan ke depan.
•Lemparkan bola menggunakan kedua tangan dengan cara dipantulkan terlebih dahulu ke lantai.
•Posisi kedua telapak tangan menjadi menghadap ke luar.
c) Operan di atas kepala (over head pass)
Cara melakukannya sebagai berikut.
•Berdiri dengan kedua kaki dibuka agak lebar, salah satu kaki di depan, dan punggung lurus.
•Bola dapat dipegang kedua tangan atau satu tangan diatas-belakang kepala.
•Lemparkan bola ke depan sehingga bentuk lemparan bola melambung atau membentuk kurva.
•Supaya lemparan keras dan kuat, bantu dengan lecutan badan.
d) Operan bawah (under hand pass)
Cara melakukannya sebagai berikut.
•Berdiri dengan kedua kaki dibuka agak lebar, salah satu kaki di depan, dan punggung lurus.
• Bola dapat dipegang kedua tangan atau satu tangan di bawah lutut.
• Lemparkan bola kedepan sehingga bola menggelinding di atas permukaan lapang.
e) Operan samping (side pass)
Cara melakukannya sebagai berikut.
• Berdiri dengan kedua kaki dibuka agak lebar, salah satu kaki di depan, dan pung-gung lurus.
•Bola dapat dipegang kedua tangan atau satu tangan di samping badan.
• Lemparkan bola ke depan sampai tepat pada sasaran.
f) Menangkap bola (catching the ball)
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
~ Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. Salah satu kaki di depan, kedua lutut ditekuk, punggung lurus.
~ Kedua tangan dalam posisi bersiap menangkap bola di depan dada.
~ Perhatikan arah datangnya bola.
2) Teknik menggiring bola
Teknik menggiring bola (dribbling) bertujuan untuk mendekati daerah lawan. Teknik menggiring hanya diperkenankan dengan satu tangan. Teknik ini dilakukan jika penjagaan lawan tidak terlalu ketat. Berikut ini cara melakukan dribbling.
a) Sikap tubuh berdiri, salah satu kaki berada di depan.
b) Bola dipegang dengan satu tangan.
c) Lakukan gerakan memantulkan bola dengan satu tangan, tidak ter-lalu jauh di depan badan.
d) Bola dipantulkan menggunakan bagian ujung jari tangan dengan cara didorong.
e) Bola dipantulkan tidak melebihi ketinggian pinggang.
f) Pandangan tidak selalu fokus pada bola.
3) Teknik gabungan/kombinasi
a) Menggiring bola dan mengoper setinggi dada
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
~ Buatlah dua kelompok yang berdiri saling berhadapan. Jarak antarkelompok 5 meter.
~ Buatlah titik pusat antarkelompok.
~ Pemain A menggiring bola sejauh 2,5 meter, kemudian lakukan operan setinggi dada ke kelompok B.
~ Pemain yang telah mengoper bola pindah ke barisan paling belakang yang diberikan operan.
~ Lakukan secara bergantian.
b) Operan pantul dan operan di atas kepala
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
~ Buatlah dua kelompok yang berdiri saling berhadapan. Jarak antarkelompok 5 meter.
~ Bagi jarak keduanya dengan membuat titik pusat.
~ Pemain A melakukan operan pantul, kemudian lari ke barisan paling belakang dari kelompok B.
~ Pemain B menerima operan, kemudian lakukan operan diatas kepala. Lanjutkan dengan berpindah ke barisan paling belakang kelompok A.
~Lakukan secara bergantian.
Senam irama
A. Rangkaian Senam Irama Tanpa Alat
1.gerakan 1: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, kedua kaki rapat, dan pandangan ke depan.
b. Bengkokkan sikut sampai sejajar dengan bahu dan kedua telapak tangan berada di depan dada.
c. Lakukan gerakan melangkahkan kaki satu langkah ke kanan sambil membuka dan meluruskan sikut ke samping.
d. Lakukan gerakan tersebut ke arah sebaliknya
2.gerakan 2: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, kedua tangan mengepal di samping pinggang, dan pandangan ke depan.
b. Langkahkan kaki kanan satu langkah ke kanan.
c. Bersamaan dengan gerak melangkah, lakukan gerakan meninju dengan tangan kanan ke sebelah kiri agak menyerong.
d. Kembali ke posisi semula, kemudian lakukan gerakan tersebut pada arah berlawanan.
3.gerakan 3: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, kedua tangan mengepal di depan perut, dan pandangan ke depan.
b. Lakukan gerakan melangkahkan kaki satu langkah ke depan dan diikuti kaki belakang.
c. Bersamaan dengan gerak melangkah, kedua lengan diangkat ke atas kepala dan kembali ke depan perut dalam satu hitungan.
d. Lakukan gerakan mundur satu langkah, gerak lengan sama seperti gerakan ke depan.
4.gerakan 4: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, kedua lengan ditekuk sejajar bahu, dan pandangan ke depan.
b. Ayunkan kaki kanan dua kali ke kanan.
c. Bersamaan dengan ayunan kaki, kedua lengan dibuka dengan meluruskannya ke samping.
d. Lakukan gerakan tersebut ke sisi yang lainnya.
5.gerakan 5: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, kedua lengan berada di samping badan, dan pandangan ke depan.
b. Lakukan gerakan berlari sebanyak 4 hitungan ke depan sambil mendorong kedua lengan ke atas.
c. Setelah itu, lakukan gerakan mundur sebanyak 4 hitungan sambil mendorong kedua lengan ke depan dari depan dada.
d. Lakukan gerakan tersebut tanpa terputus.
6.gerakan 6: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, kedua lengan berada di samping badan, dan pandangan ke depan.
b. Lakukan gerakan melangkah dua kali agak lebar ke kanan, kaki yang lain mengikuti kaki yang sebelumnya.
c. Bersamaan dengan gerakan tersebut, dorong kedua lengan dari depan perut lurus ke depan
d. Lakukan gerakan tersebut pada arah yang berlawanan.
7.gerakan 7: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, kedua lengan berada di samping badan, dan pandangan ke depan.
b. Lakukan gerakan berlari sebanyak 2 langkah, kedua lengan di-ayun di samping badan.
c. Setelah 2 hitungan, lakukan gerakan meloncat sambil menepukkan telapak tangan di atas kepala dalam posisi lurus.
d. Lakukan gerak berlari mundur dan dilanjutkan dengan gerakan meloncat kembali.
B. Rangkaian Senam Iramadengan Alat
Dalam melakukan senam irama, terdapat
beberapa alat yang biasa digunakan, antara lain:
1. tongkat;
2. bola;
3. pita atau tali;
4. simpai atau hula hoop.
1.gerakan 1: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, pandangan ke depan, kaki rapat, dan kedua lengan dibengkokkan di samping badan sambil memegang gada.
b. Lakukan gerakan melangkah ke kanan satu kali, kemudian diikuti kaki kiri. Bersamaan dengan itu, lengan diangkat lurus ke kanan sampai sejajar bahu.
c. Kemudian, lengan diturunkan kembali sambil melangkahkan kaki kiri ke kiri.
d. Lakukan gerakan tersebut ke arah yang berlawanan.
2.gerakan 2: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, pandangan ke depan, kaki rapat, dan kedua lengan diluruskan di samping badan sambil memegang gada.
b. Lakukan gerakan memantulkan kaki kanan satu kali ke belakang.
c. Bersamaan dengan gerakan tersebut, kedua lengan diayun ke depan hingga sejajar bahu.
d. Kemudian, gerakan kembali pada sikap semula.
e. Lakukan gerakan tersebut dengan kaki yang lain secara bergantian setiap satu hitungan.
3.gerakan 3: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, pandangan ke depan, kaki rapat, dan kedua lengan dibengkokkan di pinggang sambil memegang gada.
b. Lakukan gerakan membuka kaki kanan ke kanan agak lebar.
c. Kemudian, lakukan gerakan memutar pinggang ke kanan sambil menyilangkan gada di depan muka.
d. Lakukan gerakan tersebut ke arah yang berlawanan.
4.gerakan 4: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, pandangan ke depan, kaki rapat, dan kedua lengan dibengkokkan di pinggang sambil memegang gada.
b. Lakukan gerakan melangkah ke kanan satu kali, kemudian di-ikuti kaki kiri yang ditekuk, sehingga tumit mengenai pinggul. Bersamaan dengan itu, lengan kiri diangkat lurus ke atas menyi-lang ke kanan melalui atas kepala.
c. Lakukan gerakan tersebut ke arah yang berlawanan.
5.gerakan 5: 2 × 8 hitungan
Cara melakukannya sebagai berikut.
a. Sikap awal berdiri tegak, pandangan ke depan, kaki rapat, dan kedua lengan memegang gada di depan dada, sikut sejajar dengan bahu.
b. Lakukan gerakan memantulkan kaki kanan ke arah kanan. Ber-samaan dengan gerakan tersebut, lengan kanan dibuka ke kanan setinggi bahu.
c. Kemudian, kaki dan tangan kembali pada sikap semula.
d. Lakukan gerakan tersebut ke arah yang berlawanan

cr : http://hanungb.blogspot.com/2013/11/rangkuman-olah-ragapenjaskes-kelas-9.html

Musik - Seni Budaya

A.                  Pengertian Musik Secara Umum
Musik menurut The New Encyclopedia of Music and Musicians adalah keindahan nada yang menimbulkan kepuasan estesis melalui indera pendengaran. Musik juga merupakan curahan hati melalui bunyi sebagai perantara atau media. Setiap karya seni tidak lepas dari unsur keindahan, masyarakat kadang kala menilai keindahan musik terlalu bersifat relatif dan kontemporer. Hal ini disebabkan oleh tingkat kepuasan seseorang dan perkembangan zaman yang selalu berubah dan berkembang. Dalam sejarah musik, bangsa Mesir kuno dan Yunani kuno dalam upacara pemujaan Dewa yang mereka yakini, mereka mempersembakan bunyi-bunyian atau nyanyian.
Musik Daerah kita dalam perkembangannya termasuk kedalam jenis musik konvensional, karena adanya pengaruh budaya asing.
B.                  Kekayaan Musik Nontradisional Nusantara
Setiap jenis musik mempunyai makna dan peranan bagi pemiliknya, melalui proses komunikasi dan mobilisasi dari pemiliknya kepada etnis dan bangsa yang lain, makna dan peranan musik nontradisional itu berekembang pesat.
1.       Makna Musik Nontradisional Nusantara
a.       Mampu Memasuki Wilayah Bawah Sadar Manusia
Lagu Butet, merupakan lagu yang terkenal tahun 70-an yang berasal dari Sumatera Utara, namun dalam perkembangannya lagu tersebut tidak hanya terkenal di Sumatera Utara, namun terkenal di Seluruh Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa musik dapat memasuki wilayah bawah sadar manusia, apapun etnis dan sukunya.
b.      Meningkatkan Daya Intelektual
Ilmuwan yang terkenal karena teorinya yang menganggap bahwa kera adalah nenek moyang manusia, Charles Darwin pernah mengatakan bila ia dapat hidup sekali lagi maka dia akan membuat jadwal seminggu sekali untuk mendengarkan musik, agar otaknya yang mengalami atropic dapat selalu diaktifkan. Hal ini membuktikan bahwa musik erat kaitannya dengan fungsi otak.
c.       Sebagai Sarana Pelepas Ketegangan dan Dahaga Dalam Jiwa
Ketika lagu yang diciptakan oleh musisi tahun 60-an dn 70-an seperti Koes Plus, Bimbo, De Mercy’s, Panbers, dsb. dan diedarkan ke masyarakat, maka dengan sendirinya terbentuk kelompok fans, ratusan ribu anak muda Indonesia menanti karya dari tangan mereka.
2.       Peranan Musik Nontradisional Nusantara
a.       Mengungkap Kembali Peristiwa Pada Masa Lalu
Dalam sebuah penelitian, dibuktikan bahwa musik memberikan banyak manfaat bagi manusia seperti : merangsang pikiran, memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan aspek kognitif, dan membangun kecerdasan emosional. Seseorang yang mendapatkan pendidikan musik sejak usia dini, ia akan menjadi manusia yang berpikiran logis, cerdas, kreatif, dan mampu mengambil keputusan, serta mempunyai empati
b.      Sarana Komunikasi dan Sosial
Komunikasi merupakan faktor penting dalam kehidupan masyarakat. Lagu-lagu ciptaan Ebiet G. Ade dan Ully siregar yang syairnya syarat akan kepedulian lingkungan, dapat mendorong masyarakat untuk menumbuhkan rasa peduli lingkungan.
c.       Sarana Hiburan
Peran musik dalam hal ini adalah : memberikan rasa semangat, ketenangan, dan kepuasan bagi orang yang mendengarkan.
d.      Sarana Ekonomi
Dalam hal ini, musik dapat digunakan sebagai sumber penghasil uang bagi seniman musik maupun orang-orang yang bergerak di lingkungan musik.
e.      Sarana Pengiring Seni Pertunjukan
Seni Pertunjukkan terdiri dari seni tari, teater , dan film. Seni tari nontradisional yang merupakan ciptaan seniman tari dapoat berupa musik nontradisional maupun perpaduan antara musik tradisional dengan musik nontradisional. Dalam teater, musik digunakan untuk menambah imajinasi penonton dan untuk membatu para pemain mambawakan perannya. Dalam perfilman, musim dipakai pada bagian awal dan akhir, serta untuk pengisi adegan.
f.        Sarana Komunikasi Beragama
Syair lagu yang digunakan untuk sarana komunikasi beragama berisi tentang ajakan berbuat baik dan meninggalkan perbuatan jahat, serta berisi pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa.
C.                  Ragam Musik Nusantara
Dari sebagian besar musik yang ada, kita dapat mengelompokkan berdasarkan jenis lagunya seperti berikut ini :
1.       Musik Anak-Anak
Musik ini memiliki bentuk yang sederhana dan kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang. Temanya disesuaikan dengan jiwa anak-anak yang masih polos. Bahasanya sederhana dan mudah ditangkap, serta jumlah melodi penyusun lagu tidak lebih dari 10 nada. Jarak nada dari yang  paling tinggi ke yang paling rendah tidak terlalu tebar.
Isi lagu anak-anak harus bersifat mendidik kearah yang pofitif. Misalnya mengagungkan nama Tuhan, cinta tanah air, sayang orang tua, dan lingkungan.
2.       Musik Daerah
Lagu-lagu daerah biasanya dinyanyikan saat Upacara adat dan perhelatan lainnya. Kebanyakan lagu daerah digunakan sebagai sarana hiburan masyarakat dan dekat dengan rakyat jelata. Bentuk dan pola melodi yang sederhana memungkinkan masyarakat setempat untuk menguasainya.
3.       Musik Perjuangan
Melalui lagu perjuangan, sebuah bangsa dapat menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Irama lagu perjuangan biasanya penuh semangat, bahkan tidak jarang ditutup dengan akhir yang semarak (masquilin ending). Lagu perjuangan mengagungkan kebesaran bangsa dalam upaya mencapai kemerdekaan dan kemakmuran.
4.       Musik Keroncong
Banyak ahli yang berpendapat bahwa musik keroncong merupakan peninggalan bangsa Portugis, namun pada kenyataannya instrumen musik keroncong tidak dapat ditemukan di negeri portugis.
5.       Musik Stambul
Merupakan variasi dari musik keroncong, berasal dari kata Istambul atau Konstatinopel, ibukota Negara Turki. Musik ini muncul sekitar abad ke-20. Saat itu muncul rombongan kesenian keliling kota, mereka mementaskan dengan cerita yang diambil dari kisah seribu satu malam. Labat laun nama sandiwara keliling ini populer dengan nama Sandiwara Stambul. Lagu yang mereka ciptakan untuk kepentingan pentas berjumlah 8 dan diberi nama Stambul I sampai Stambul VIII
6.       Musik Campursari
Campursari merupakan akulturasi dari keroncong dan gamelan jawa yang telah berkembang sejak tahun 1970-an. Bentuk pertama campursari pada masa itu masih berupa langgam dari bentuk keroncong yang digubah oleh S.Dharmanto dengan menambahkan unsur saron.
Komponis Campursari antara lain adalah Manthous, Jujuk Eksa dan Didi Kempot.
7.       Musik Populer
Mengandung dua makna. Pertama, musik yang sedang disenangi oleh masyarakat pada masa tertentu. Yang kedua, jenis lagu yang disajikan dengan mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrumen, bukan karena bentuk, pola, maupun komposisi lagu.
8.       Musik Seriosa
Musik ini merujuk pada teknik pengungkapan lagu secara sungguh-sungguh, bukan pada bentuk atau komposisi lagu. Dalam musik seriosa, penyanyi harus mampu mengungkapkan lagu secara serius. Penyanyi harus melakukan interpretasi secara tepat agar mampu mendekati kemauan sang komponis dan luluh kedalam lagu tersebut sehingga ia mampu menjadi subjek/pelaku lagu tersebut.
A. Aliran Musik Modern
Berdasarkan sifat tersebut, para ahli musik mengkategorikan musik modern,sebagai berikut:
1.Musik Jazz.
Musik Jazz merupakan jenis musik yang dikembangkan pertama kali oleh orang-orang Afrika – Amerika. Musik ini berakar dari New Orleans, Amerika Serikat, pada akhir abad ke- 19.nstrumen utama yang sering digunakan pada musik jazz pada umumnya adalah piano, bass, drum, gitar, saksofon, trombon, dan trompet.Salah satu ciri Jazz adalah permainan improvisasi yang menonjol. Oleh karena itu, para pemain jazz harus memiliki kemampuan improvisasi yang yang baik.
Musik Rhythm and Blues (Rn’B)
Musik R&B terdiri atas berbagai jenis musik populer yang saling terkait.Musik R&B dibuat dan didukung oleh sebagian besar masyarakat Afrika-Amerika pada awal 1940-an.
2.Musik Pop
Musik ini berkembang di Indonesia sekitar tahun 1960-an dan banyak digemari masyarakat khususnya kaum muda atau remaja.Salah satu ciri musik pop adalah penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bass.
Musik pop dibedakan atas musik pop anak-anak dan musik pop dewasa. Musik pop anak umumnya memiliki bentuk yang lebih sederhana dan memiliki syair yang lebih pendek. Sebaliknya, musik pop dewasa umumnya lebih kompleks dengan alunan melodinya lebih bebas dengan improvisasinya lebih banyak, namun ringan.
3.Musik Rock
Jenis musik ini awalnya di Indonesia mendapat kritik dan cercaan masyarakat, termasuk di Amerika sendiri tempat tumbuhnya musik ini. Namun pada akhirnya dalam perkembangannya, musik rock dapat diterima sebagai musik zaman sekarang (musik modern).Dalam perkembangannya, musik rock memiliki beberapa aliran atau jenis genre yang diantaranya metal, punk, alternative, grunge.
4.Musik Country
Musik ini sering disebut juga Country and Western, yang merupakan salah satu genre besar pada musik populer terutama di negeri Amerika serikat. Jenis musik modern ini bersumber dari musik rakyat (folk song) atau musik tradisional yang berasala dari Appalachia di kawasan pegunungan selatan Amerika Serikat.Ciri khas Country adalah penggunaan alternasi bass atau bass berganti disela-sela strumming.
5.Musik Reggae
Reggae merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika.
Wilayah nusantara terdiri dari berbagai daerah/suku budaya, sehingga kaya akan keragaman seni musik. Musik nusantara sering diidentikkan dengan musik tradisional, sedangkan musik modern berasal dari Barat. Apakah nusantara tidak memiliki musik modern? Seiring dengan perkembangan jaman yang telah mengglobal, seni musik nusantara pun berinteraksi dan dapat pengaruh dari unsur-unsur musik Barat dan lahirlah musik-musik modern nusantara.
6.Musik Dangdut
Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.
Musik modern nusantara dapat dekelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
1. Dangdut, ciri-cirinya: melodi dan harmoni sederhana, tangga nada cendrung minor, ekspresi berdasarkan keserasian lirik, beat konstan, lebih menekankan keindahan gerak.
2. Pop, ciri-cirinya: melodi mudah diterapkan dengan berbagai karakter lirik, fleksibel dan mudah dipadukan dengan dengan jenis lain, lagu mudah disenandungkan dan mudah dipahami, harmoni tidak rumit, tempo bervariasi.
3. Balada, ciri-cirinya: mirip dengan pop, tempo lambat dan sedang, pola melodi bervariasi, lirik ekspresif, mengisahkan suka duka kehidupan.
4. Rock, ciri-cirinya: area nada luas, kekuatan terletak pada dinamika aransemen, lagu sulit disenandungkan, lirik lagu ekspresif, beat cendrung keras, tempo lambat/cepat, harmoni sangat rumit.
Berikut ini beberapa contoh musik modern:
1. sebelum-cahaya-letto
2. Hitamku-Andra TB
3. Kau Curi-J Rocks

 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Hadist hadist Kebersihan - Agama

Agama Islam adalah agama yang cinta pada kebersihan. Rasulullah saw. sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan. Dengan menjaga kebersihan, tubuh kita akan sehat dan kuat. Dalam syariat Islam, ketika mengerjakan salat diwajibkan bagi umat Islam agar bersih dari hadas dan najis, baik badan, pakaian, maupun tempat yang dipergunakan untuk salat.

Ada beberapa hadis Rasulullah saw. yang menekankan untuk menjaga kebersihan bagi umat Islam. Hadis-hadis tersebut antara lain:
Selain dapat membaca dengan baik dan benar hadis-hadis tentang kebersihan, kalian juga harus mengetahui artinya. Perhatikanlah arti kata per kata dalam hadis-hadis berikut ini!
HADIS 1
عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآَنِ أَوْ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا  )رواه مسليم:328)
Artinya:
Dari Abu Malik al-as'ari berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Bersuci itu sebagian dari iman, membaca alhamdulillah adalah memenuhi timbangan amal, membaca subhanallah wal hamdulillah adalah memenuhi seisi langit dan bumi, salat sunah adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, sabar adalah sinar yang memancar, dan Al-Qur'an adalah hujjah (argumen) dalam pembicaraanmu. Setiap manusia pada waktu pagi hari, hakekatnya harus memperjual belikan dirinya. Ada kalanya ia laba (selamat dari maksiat) dan ada kalanya rugi (terseret maksiat)  (H.R. Muslim: 328).
HADIS 2
إِنَّ اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ (رواه التيرمدى: 2723)

HADIS 3
Artinya:
Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu. (H.R. at –Tirmizi: 2723)
HADIS 4
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطُّهُورُ (رواه التيرمدى: 221)
Artinya:
Dari Abu Sa'id berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Kunci dari salat adalah bersuci.” (H.R. at-Tirmizi: 221)
HADIS 5
اَلْاِسْلَامُ نَطِـيْفٌ فَتَـنَطَفُوْا فَاِنَـهُ لايَدْخُلُ الْجَنَـةَ اِلانَطِيْفٌ (رواه البيهقى)
Artinya:
Islam itu adalah bersih, maka jadilah kalian orang yang bersih. Sesungguhnya tidak masuk surga kecuali orang-orang yang bersih (H.R. Baihaqi)

Read more: http://www.edupai.web.id/2013/04/hadis-hadis-tentang-kebersihan.html#ixzz2tr3I9BxO

Perang Dunia 2 - IPS

Perang Dunia II
Keadaan politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1900-1914 sebelum Perang Dunia I. Ada yang menyatakan bahwa Perang Dunia II merupakan lanjutan Perang Dunia I. Perang Dunia I merupakan balas dendam Perancis terhadap Jerman karena dipermalukan dalam kekalahannya ketika kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu dalam masalah industri, Jerman juga bersaing dengan Inggris. Dengan persaingan-persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer (aliansi). Ada dua persekutuan, yakni Triple Alliantie yang kemudian dikenal dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria dan Italia.
Sedangkan Triple Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atas Perancis, Inggris, Rusia dan lain-lain. Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dan disusul Perancis mengumumkan perang kepada Jerman tanggal 3 Agustus 1914. Kemudian tanggal 4 Agustus Inggris mengumumkan perang kepada Jerman. Selanjutnya berkecamuklah perang yang hamper melibatkan seluruh dunia dikenal dengan Perang Dunia I.
Perang ini berakhir dengan kekalahan Jerman yang menyerah pada tanggal 11 November 1918. Sebagai pihak yang kalah, Jerman harus membayar ganti rugi kepada Sekutu dengan dikuatkan dalam Perjanjian Versailles pada tahun 1919. Kekalahan Jerman dengan telak ini member kesempatan kepada Adolf Hitler membangkitkan bangsanya untuk melakukan balas dendam kepada Perancis. Adolf Hitler mengembangkan fasisme dan kemudian memulai Perang Dunia II dengan menyerbu Polandia pada tanggal di kota Danzig pada tanggal 1 September 1939. Peristiwa itulah yang menjadi sebab langsung terjadinya Perang Dunia II.
1. Sebab-Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II
Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut :

  1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik negaranegara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.
  2.  Negara - negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya. Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negaranegara tersebut memperkuat militer dan pesenjataannya
  3.  . Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan). Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan dan muncullah dua blok besar yakni:
  • Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang
  • 2. Blok Sekutu terdiri atas:
  • Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
  • b) Blok komunis yaitu Rusia,Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
  • d. Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.
  • Jerman mengumumkan “Lebensraum”nya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa
  • Tengah dan Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputiM seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.

  4. . Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
   5. Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis,
        karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.

2. Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II
Di Eropa, sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah serbuan Jerman ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. Hitler menuntut Danzig karena penduduknya adalah bangsa Jerman, tetapi Polandia menolak tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939 negara-negara pendukung LBB terutama Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman, kemudian diikuti sekutu-sekutunya. Perang Dunia di Pasifik disebabkan oleh serbuan Jepang terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawai (7 Desember 1941).

B Pihak-Pihak yang Berperang dalam Perang Dunia II
Jalannya Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan yaitu medan Eropa, medan Afrika Utara, dan medan Asia pasifik. Adapun pihak-pihak yang berperang di beberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II sebagai berikut.

1. Medan Eropa
Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman. Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia II.
Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwergia. Kedua negara ini dapat diduduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Pada tanggal 10 Juni 1940 Italia mengumumkan perang kepada Perancis dan Inggris, dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya. Tentara Perancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris. Kekuatan dua negara fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang. Bagaimana menurut pendapat anda tentang tindakan Hitler ini?

2. Medan Afrika
Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat ditahan oleh Inggris di bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat di bawah Eisenhower pada tanggal 12 November 1942. Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat membuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan. Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari 1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin, dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri. Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.

3. Medan Asia Pasifik
Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Jepang. Perang Dunia II di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.
Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Serbuan Jepang dilanjutkan ke negara-negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan Hindia Belanda (nama Indonesia waktu itu).
Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Inilah titik balik pertama
Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina (22 Oktober1944), Iwo Jima (17 Maret 1945), Okinawa (21 Juni 1945). Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma (Myanmar) dan menghancurkan tentara Jepang (30 April 1945). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota-kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi bom atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945 (secara resmi 2 September 1945 di atas kapal “Missouri” di Teluk Tokio). Dengan demikian berakhirlah Perang Dunia II karena Jepang
beserta negara-negara pendukungnya menyerah. Setelah Perang Dunia II berakhir maka
diadakanlah perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak pemenang dan yang kalah. Perjanjian– perjanjian itu antara lain Konferensi Postdam (2 Agustus 1945) dan Perjanjian San Fransisco (8 September1951).

a. Konferensi Postdam (2 Agustus 1945)

Konferensi ini diadakan antara Sekutu dengan Jerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan
Attlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:
  1. Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (Rusia).
  2.  Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
  3.  Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi)
  4.    Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  5. Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.

b. Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)
Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuat di Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian Perjanjian San Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Perjanjian ini berisi:
  1. Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
  2. Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diberikan kepada Rusia. Sedangkan Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok.
  3. Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  4. Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.

C Akibat Perang Dunia II
Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian bagi negaranegara di dunia.

1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut.
  1. Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
  2. Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin. Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of Power Policy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
  3. Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
  4. Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan SEATO.
  5. Munculnya politik memecah belah negara, misalnya:
1) Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
2) Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
3) Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-Cina.
4) India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.

2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia.
Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan Colombo Plan. Program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.

3. Bidang Sosial
Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut.
a. Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
b. Mendirikan rumah sakit.
c. Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
d. Mengerjakan kembali tanah yang rusak.

4. Bidang Kerohanian
Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan yang ditimbulkan akibat Perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia. Kerugian-kerugian apa saja dari segi ekonomi maupun kemanusiaan bagi negara-negara yang berperang dalam Perang Dunia II.

D Perang Dunia II di Asia-Pasifik serta Pendudukan Militer
    Jepang di Indonesia

Perang Dunia II di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang dengan membom secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat Pearl Harbour di Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam setelah penyerangan itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Jepang dalam waktu singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 Desember 1941 menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau Luzon Filipina. Setelah berhasil menguasai dua tempat tersebut Jepang melanjutkan menduduki P. Hainan, Hongkong, dan Bangkok. Hongkong merupakan pos terdepan bagi Inggris di Asia. Pada tanggal 10 Desember 1941 Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina dengan mendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan Filipina. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil menduduki Birma (Myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 Desember 1991 Jepang menduduki Davao di Filipina. Untuk menghadapi serangan Jepang, tentara Sekutu membentuk komando ABDACOM (American, British Dutch Australian Command) yaitu gabungan dari pasukan Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia yang bermarkas di Lembang (dekat Bandung). Pasukan ini mulai beroperasi tanggal 15 Januari 1942 di bawah panglima besar Sir Archibald Wavell (Inggris). Di samping itu juga membentuk Front ABCD (American, British, Cina, Dutch) yaitu gabungan pasukan Amerika, Inggris, Cina dan Belanda. Adapun serangan-serangan Jepang semakin gencar dan menguasai beberapa
daerah. Pada bulan Januari 1942 Jepang menduduki Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Malaysia pada waktu itu dikuasai Sekutu berhasil direbut Jepang. Pada tanggal 24 Januari 1942 Jepang menduduki Tarakan, Balikpapan, dan Kendari. Balikpapan merupakan sumber-sumber minyak maka diserang dengan hati-hati agar tetap utuh, tetapi dibumihanguskan oleh tentara Belanda.
Tanggal 3 Februari 1942 Samarinda diduduki pasukan Jepang. Pada waktu itu Samarinda masih dikuasai tentara Hindia Belanda (KNIL). Dengan direbutnya lapangan terbang oleh Jepang, maka tanggal 10 Februari 1942 Banjarmasin dengan mudah dapat diduduki. Pada tanggal 4 Februari 1942 Ambon berhasil diduduki Jepang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 14 Februari 1942 menguasai Palembang dan sekitarnya. Dengan jatuhnya Palembang maka dengan mudah Jepang masuk ke Jawa. Dalam penyerbuan-penyerbuan itu Jepang lebih kuat dibanding Sekutu karena Jepang memiliki bantuan kekuatan udara taktis. Sedangkan kekuatan udara Sekutu sudah dihancurkan dalam pertempuran-pertempuran awal di Indonesia maupun
Malaya (Malaysia). Adapun serangan-serangan pasukan Jepang di Jawa diawali pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat) dan di Kragan (Jawa Tengah). Kemudian tanggal 5 Maret kota Batavia (Jakarta) jatuh ke tangan tentara Jepang dan dilanjutkan menduduki Buitenzorg (Bogor). Jepang menyerang di Pulau Jawa karena dipandang sebagai basis kekuatan politik dan militer Belanda. Oleh karena itu, gerakan pasukan Jepang baik dari arah barat maupun dari timur ditujukan ke Pulau Jawa. Serangan-serangan Jepang dalam waktu singkat dapat menjatuhkan negara-negara imperialis di Cina daratan dan Asia Tenggara termasuk Belanda di Indonesia. Pasukan Belanda terkepung di Cilacap dan Bandung kemudian menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Subang (Jawa Barat) pada tanggal 8 Maret 1942. Penyerahan ini ditandatangani oleh Panglima Tentara Hindia Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten dan di pihak Jepang diwakili Jenderal Hitosyi Imamura.

E. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang di
    Indonesia
Dengan penandatanganan ini maka Perang Dunia II membawa akibat bagi bangsa Indonesia yaitu:
1. Akibat positif, yaitu imperialisme Belanda di Indonesia berakhir,
2. Akibat negatif, yaitu Indonesia dijajah Jepang.

Masa penjajahan Jepang di Indonesia walaupun tidak begitu lama akan tetapi mengakibatkan penderitaan lahir maupun batin. Rakyat kekurangan pangan dan sandang serta mengalami penderitaan rokhaniah (moral). Kebijaksanaan Jepang terhadap rakyat Indonesia mempunyai dua prioritas yaitu:
1. Menghapuskan pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia.
2. Menggerakkan rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya

Adapun berbagai kebijakan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia adalah
sebagai berikut.

1. Sistem Pemerintahan
Setelah bangsa Indonesia lepas dari penderitaan penjajahan Belanda selama kurang lebih tiga setengah abad, kini bangsa Indonesia memasuki penderitaan baru yakni dalam cengkeraman penjajah Jepang. Berbeda dengan Belanda, Jepang di Indonesia menegakkan pemerintahan militeryang diperintah oleh Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Pada mulanya kedatangan Jepang disambut gembira oleh bangsa Indonesia karena berusaha menarik simpati dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Mengumandangkan propaganda antara lain kedatangan Jepang bertujuan membebaskan bangsa Indonesia dari penjajah Belanda karena Jepang merupakan “Saudara Tua” bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia oleh Jepang diajak bersamasama membentuk “Kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya (Dai Toa)”.
  2.   Menggunakan bahasa Indonesia di samping bahasa Jepang sebagai bahasa resmi.
  3.  Mengikutsertakan orang-orang Indonesia dalam organisasi-organisasi resmi pemerintah Jepang, misalnya dalam Gerakan 3A yang dipimpin oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan ini mempropagandakan peranan Jepang sebagai :
1. Cahaya Asia;
2. Pelindung Asia; dan
3. Pemimpin Asia.
Di samping itu juga mengangkat tokoh-tokoh nasional sebagai pemimpin
Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA).
  1. Menarik simpati umat Islam dengan mengizinkan organisasi Majelis Islam A’la Indonesia tetap berdiri.
  2. Bendera Merah Putih boleh dikibarkan berdampingan dengan bendera Jepang Hinomaru. Begitu juga lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan di samping lagu kebangsaan Jepang Kimigayo.
  3. Rakyat diwajibkan menyerahkan besi tua. Oleh Jepang besi tua ini dilebur dijadikan alat-alat perang.
  4.  Semua harta peninggalan Belanda yang berupa perkebunan, pabrik maupun bank disita.
Akan tetapi, tindakan-tindakan Jepang sama dengan Belanda yakni menjajah Indonesia. Jepang mulai menggantikan kedudukan-kedudukan Belanda di Indonesia. Partai-partai politik dibubarkan, surat-surat kabar dihentikan penerbitannya dan digantikan dengan koran Jepang-Indonesia.
 Dalam bidang politik pemerintahan, oleh Jepang dibentuk 8 bagian pada pemerintah pusat dan bertanggung jawab pengelolaan ekonomi pada Syu (karesidenan). Pemerintahan daerah diaktifkan kembali untuk memperkuat dukungan terhadap kebutuhan ekonomi perang. Pada masa pendudukan Jepang terjadilah perubahan di bidang politik pemerintahan yakni adanya perubahan yang mendasar dalam sistem hukum. Dengan diberlakukannya pemerintahan militer sementara waktu dan jabatan Gubernur Jenderal dihapuskan diganti oleh tentara Jepang di Jawa guna mencegah terjadinya kekacauan. Mulai tanggal 5 Agustus 1942 berakhirlah pemerintahan yang bersifat sementara dan berlakulah pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
Dalam susunan pemerintah daerah di Jawa terdiri atas Syu (Karesidenan yang dipimpin oleh Syucho, Si (Kotamadya) dipimpin oleh Sicho, Ken (Kabupaten) dipimpin oleh Kencho, Gun (Kawedanan) dipimpin oleh Guncho, Son (Kecamatan) dipimpin oleh Soncho, dan Ku (Desa/Kelurahan) dipimpin oleh Kuncho. Pemerintah pendudukan Jepang ikut campur tangan terhadap pangreh praja, yang sebenarnya mereka berkuasa langsung terhadap rakyat akan tetapi selalu diawasi Jepang. Oleh karena itu rakyat Indonesia dimanfaatkan untuk kepentingan Jepang. Akibat dari tindakan-tindakan Jepang tersebut maka rakyat mengalami kesulitan ekonomi. Kekurangan bahan makanan mengakibatkan rakyat kekurangan gizi dan kelaparan. Penderitaan dan kemiskinan yang dialami rakyat Indonesia terjadi di mana-mana. Dalam hal pakaian, rakyat terpaksa harus mengunakan pakaian yang terbuat dari karung goni sehingga banyak berjangkit penyakit kulit. Pada masa pendudukan Jepang terjadilah perubahan dalam bidang social ekonomi. Bentuk penyerahan padi secara paksa sangat menyengsarakan rakyat.
Mengapa Jepang banyak membutuhkan bahan pangan dari Indonesia?
Akibat dari bentuk penyerahan wajib ini banyak terjadi kelaparan, meningkatnya angka kematian, menurunnya tingkat kesehatan masyarakat serta keadaan sosial semakin memburuk. Angka kematian lebih tinggi dari angka kelahiran. Di Kudus angka kematian mencapai 45,0 perseribu (permil) dan di Purworejo mencapai 42,7 permil sedangkan di Wonosobo mencapai 53,7 permil. Jadi pada jaman pendudukan Jepang keadaan petani dan masyarakat pedesaan di
Jawa khususnya dalam keadaan sangat menderita. Selain memeras sumber daya alam, pemerintah pendudukan Jepang juga memeras tenaga kerja manusia. Untuk menggerakan rakyat Indonesia guna membantu maka diadakanlah Romusha. Romusha adalah tenaga kerja paksa yang dikerahkan Jepang untuk membangun objek-objek vital, seperti membangun lapangan terbang, perbentengan- perbentengan, jalan rahasia dan terowongan menuju pusat pertahanan, kubu pertahanan, jalan kereta api dan lain-lain. Untuk memperolehtenaga kasar dalam romusha ini dikumpulkanlah kaum pria di desa-desa tanpa diketahui di mana mereka
dipekerjakan. Banyak rakyat di Pulau Jawa dikirim ke luar Pulau Jawa seperti ke Irian, Maluku, Sulawesi bahkan ke luar negeri sebagai Romusha, misalnya ke Malaysia, Myanmar, dan Muang Thai.

2. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
Pendudukan Jepang di Indonesia memengaruhi di berbagai bidang kehidupan, yakni di bidang politik, ekonomi, militer, sosial budaya.

a. Bidang Politik
Pada masa pendudukan Jepang kegiatan politik dilarang keras dengan adanya larangan berkumpul dan berserikat. Semua oraganisasi Pergerakan Nasional yang didirikan rakyat dibubarkan kecuali terhadap golongan Islam Nasionalis masih diberikan kelonggaran. Upaya Jepang dalam memperkuat kedudukannya di Indonesia selain merubah sistem pemerintahannya, yakni dengan system pemerintahan militer juga dengan mendekati kaum nasionalis Islam, kaum nasionalis sekuler maupun golonmgan pemuda. Terhadap golongan nasionalis Islam Jepang tetap mengijinkan berdirinya organisasi MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) yang didirikan oleh K.H. Mas Mansur dan kawan- kawan di Surabaya pada tahun 1937 pada jaman pemerintahan Hindia Belanda. Organisasi ini diijinkan tetap berdiri dengan permintaan agar umat Islam tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat politik. Jepang juga melakukan pendekatan terhadap kaum nasionalis sekuler dengan melakukan kerja sama yakni membentuk Gerakan Tiga A. Nama gerakan ini dijabarkan dari semboyan Jepang pada waktu itu :”Nippon cahaya Asia, Nippon pelindung Asia, Nippon pemimpin Asia”. Gerakan Tiga A ini dipimpin oleh Mr. Samsuddin, seorang tokoh Parindra Jawa Barat. Pemerintah pendudukan Jepang menganggap bahwa Gerakan Tiga A tidak efektif sehingga pada bulan
Desember 1942 dibubarkan. Golongan pemuda juga mendapat perhatian pada zaman pendudukan Jepang. Sebab oleh Jepang, golongan ini masih dianggap belum sempat dipengaruhi oleh alam pikiran Barat.

b. Bidang Ekonomi
Pada jaman pendudukan Jepang kehidupan ekonomi rakyat sangat menderita. Lemahnya ekonomi rakyat berawal dari sistem bumi hangus Hindia Belanda ketika mengalami kekalahan dari Jepang pada bulan Maret 1942. Sejak itulah kehidupan ekonomi menjadi lumpuh dan keadaan ekonomi berubah dari ekonomi rakyat menjadi ekonomi perang. Langkah pertama yang dilakukan Jepang adalah merehabilitasi prasarana ekonomi seperti jembatan, alat-alat transportasi dan komunikasi. Selanjutnya Jepang menyita seluruh kekayaan musuh dan dijadikan hak milik Jepang, seperti perkebunan-perkebunan, bankbank, pabrik-pabrik, perusahaanperusahaan, telekomunikasi dan lainlain.
Hal ini dilakukan karena pasukan Jepang dalam melakukan serangan ke luar negaranya tidak membawa perbekalan makanan Kebijakan ekonomi pemerintah pendudukan Jepang diprioritaskan untuk kepentingan perang. Perkebunan kopi, teh dan tembakau yang dianggap s ebagai barang kenikmatan dan kurang bermanfaat bagi kepentingan perang diganti dengan tanaman penghasil bahan makanan dana tanaman jarak untuk pelumas.

Pola ekonomi perang yang dilancarakan oleh Tokyo dilaksanakan secara konsekuen dalam wilayah yang diduduki oleh angkatan perangnya. Setiap lingkungan daerah harus melaksanakan autarki (berdiri di atas kaki sendiri), yang disesuaikan dengan situasi perang. Jawa dibagi atas 17 lingkungan autarki, Sumatra atas 3 lingkungan dan daerah Minseifu (daerah yang diperintah Angkatan Laut Jepang) dibagi atas 3 lingkungan autarki. Karena dengan sistem desentralisasi maka Jawa merupakan bagian daripada “Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya” mempunyai dua tugas, yakni:
1) memenuhi kebutuhan sendiri untuk tetap bertahan,
2) mengusahakan produksi barang- barang untuk kepentingan perang.

Seluruh kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan Jepang untuk biaya perang. Bahan makanan dihimpun dari rakyat untuk persediaan prajurit Jepang seharihari, bahkan juga untuk keperluan perang jangka panjang.
Beberapa tindakan Jepang dalam memeras sumber daya alam dengan caracara berikut ini.
1)    Petani wajib menyetorkan hasil panen berupa padi dan jagung untuk keperluan konsumsi militer Jepang. Hal ini mengakibatkan rakyat menderita kelaparan.
2)    Penebangan hutan secara besarbesaran untuk keperluan industry alat-alat perang, misalnya kayu jati untuk membuat tangkai senjata. Pemusnahan hutan ini mengakibatkan banjir dan erosi yang sangat merugikan para petani. Di samping itu erosi dapat mengurangi kesuburan tanah.
3)    Perkebunan-perkebunan yang tidak ada kaitannya dengan keperluan perang dimusnahkan, misalnya perkebunan tembakau di Sumatera. Selanjutnya petani diwajibkan menanam pohon jarak karena biji jarak dijadikan minyak pelumas mesin pesawat terbang. Akibatnya petani kehilangan lahan pertanian dan kehilangan waktu mengerjakan sawah. Sedangkan untuk perkebunanperkebunan kina, tebu, dan karet tidak dimusnahkan karena tanaman ini bermanfaat untuk kepentingan perang.
4)    Penyerahan ternak sapi, kerbau dan lain-lain bagi pemilik ternak. Kemudian ternak dipotong secara besar-besaran untuk keperluan konsumsi tentara Jepang. Hal ini mengakibatkan hewan-hewan berkurang padahal diperlukan untuk pertanian, yakni untuk membajak. Dengan dua tugas inilah maka serta kekayaan pulau Jawa menjadi korban dari sistem ekonomi perang pemerintah pendudukan Jepang. Cara yang ditempuh untuk pengerahan tenaga Romusha ini dengan bujukan, tetapi apabila tidak berhasil dengan cara paksa. Untuk menarik simpati penduduk, Jepang mengatakan bahwa Romusha adalah pahlawan pekerja yang dihormati atau prajurit ekonomi. Mereka digambarkan sebagai orang yang sedang menunaikan tugas sucinya untuk memenangkan Perang Asia Timur Raya.

Sedangkan panitia pengerah Romusha disebut Romukyokai. Di samping rakyat, bagi para pamong praja dan pegawai rendahan juga melakukan kerja bakti sukarela yang disebut Kinrohoshi. Pemimpin-pemimpin Indonesia membantu pemerintah Jepang dalam kegiatan Romusha ini. Bung Karno memberi contoh berkinrohonsi (kerja bakti), Bung Hatta memimpin Badan Pembantu Prajurit Pekerja atau Romusha. Ali Sastroamijoyo, S.H. mempelopori pembaktian barang-barang perhiasan rakyat untuk membantu biaya perang Jepang. Akibat dari Romusha ini jumlah pria di kampung-kampung semakin menipis, banyak pekerjaan desa yang terbengkelai, ribuan rakyat tidak kembali lagi ke kampungnya, karena mati atau dibunuh oleh Jepang. Coba bandingkan dengan rodi pada jaman penjajahan Belanda! Untuk mengawasi penduduk atas terlaksananya gerakan-gerakan Jepang maka dibentuklah tonarigumi (rukun tetangga) sampai ke pelosok pelosok pedesaan. Dengan demikian sumber daya manusia rakyat Indonesia khususnya di Jawa dimanfaatkan secara kejam untuk kepentingan Jepang. Akibat dari tekanan politik, ekonomi, sosial maupun kultural ini menjadikan mental bangsa Indonesia mengalami ketakutan dan kecemasan.

c. Bidang Militer
Perang Asia Pasifik sudah meluas di Asia Tenggara dan Asia Timur serta Pasifik. Untuk keperluan tersebut Jepang memerlukan bantuan tenaga dari bangsa Indonesia. Untuk itu dibentuklah organisasi-organisasi militer maupun semi militer berikut ini.
1)    Seinendan (Barisan Pemuda) Seinendan merupakan organisasi semi militer yang dibentuk secara resmi tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas pemuda usia 14-22 tahun. Mereka dilatih militer untuk mempertahankan diri maupun penyerangan. Tujuan pembentukan Seinendan yang sebenarnya adalah agar Jepang memperoleh tenaga cadangan untuk memperkuat pasukannya dalam Perang Asia Pasifik.
2)    Keibodan (Barisan Pembantu Polisi) Keibodan merupakan organisasi semi militer yang dibentuk pada tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas para pemuda usia 23 – 25 tahun. Tugas Keibodan adalah sebagai pembantu polisi dalam yang bertugas antara lain menjaga lalu lintas, pengamanan desa, sebagai mata-mata, dan lain-lain. Jadi keibodan ini selain untuk memperkuat kewaspadaan dan disiplin masyarakat juga untuk politik pecah belah. Keibodan mendapat pengawasan ketat dari tentara Jepang karena untuk menghindari pengaruh dari kaum nasionalis dalam badan ini. Di seluruh pelosok tanah air sudah dibentuk Keibodan walaupun namanya berbeda, antara lain di Sumatera disebut Bogodan sedangkan di Kalimantan disebut Borneo Konen Hokukudan.
3)    Fujinkai (Barisan Wanita) Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas wanita yang berumur 15 tahun ke atas. Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang.
4)    Heiho (Pembantu Prajurit Jepang) Heiho merupakan organisasi militer resmi yang dibentuk pada bulan April 1945. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 18 – 25 tahun. Heiho merupakan barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari ketentaraan Jepang. Heiho dijadikan sebagai tenaga kasar yang dibutuhkan dalam peperangan misalnya memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke atas truk, serta pemeliharaan senjata lain-lain. Sampai berakhirnya masa pendudukan Jepang jumlah anggota Heiho mencapai 42.000 orang. Prajurit Heiho juga dikirim ke luar negeri untuk menghadapi pasukan Sekutu antara lain ke Malaya (Malaysia), Birma (Myanmar), dan Kepulauan Salomon.
5)    Syuisyintai (Barisan Pelopor) Syuisyintai diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Syuisyintai ini dipimpin oleh Ir. Soekarno yang dibantu oleh Oto Iskandardinata, R.P. Suroso, dan Dr. Buntaran Martoatmojo. Barisan pelopor memiliki kekuatan satu batalyon di tiap kota atau kabupaten, menyiapkan pemuda-pemuda dewasa untuk gerakan perlawanan rakyat. Latihan-latihannya ditekankan pada semangat kemiliteran.
6)    Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa) Jawa Hokokai diresmikan pada tanggal 1 Maret 1944. Jawa Hokokai merupakan organisasi resmi pemerintah dan langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Pimpinan tertinggi dipegang oleh Guneseikan (Kepala / pemerintahan militer yang dijabat kepala staf tentara). Keanggotaan Jawa Hokokai adalah para pemuda yang berusia minimal 14 tahun. Tugas Jawa Hokokai adalah menggerakkan rakyat guna mengumpulkan pajak, upeti, dan hasil pertanian rakyat.
7)    PETA (Pembela Tanah Air) PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1944 atas usul Gotot Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici Harada (Panglima Tentara ke-16). PETA di Sumatera dikenal dengan Gyugun. Pembentukan PETA ini berbeda dengan organisasi lain bentukan Jepang. Anggota PETA terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan militer Jepang. PETA bertugas mempertahankan tanah air Indonesia. PETA merupakan tentara garis kedua. Di Jawa dibentuk 50 batalion PETA. Jabatan komando batalion dipegang oleh orang Indonesia tetapi setiap komandan ada pelatih dan penasihat Jepang. Tokoh-tokoh PETA yang terkenal antara lain Supriyadi, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, dan Jenderal Ahmad Yani. Pergerakan massa rakyat dalam organisasi-organisasi di atas telah mendorong rakyat memiliki keberanian, sikap mental untuk menentang penjajah, pemahaman terhadap kemerdekaan maupun sikap mental yang mengarah pada terbentuknya nasionalisme.

d. Bidang Sosial Budaya
Pada jaman pendudukan Jepang media massa diawasi dengan ketat. Surat kabar, radio, maupun majalah terbit tanpa izin istimewa akan tetapi selalu diawasi oleh badan-badan sensor. Walaupun demikian surat kabar dan radio ikut berfungsi menyebarluaskan perkembangan bahasa Indonesia. Lenyapnya bahasa Belanda dari pergaulan sehari- hari memberikan peluang bagi perkembangan bahasa Indonesia. Larangan pemakaian bahasa Belanda di semua papan- papan iklan maupun papan nama dan diganti dengan bahasa Indonesia dan bahasa Jepang. Pertumbuhan bahasa Indonesia yang tak dapat dibendung mengakibatkan mau tak mau Jepang mengabulkan keinginan bangsa Indonesia untuk mengangkat bahasa melalui pelaksanaan Sumpah Pemuda tahun 1928.

F Bentuk-Bentuk Perlawanan Rakyat dan Pergerakan
    Kebangsaan Indonesia Melalui MIAI, Gerakan Bawah
   Tanah, Perjuangan Bersenjata
Pada masa pendudukan Jepang, para pemimpin perjuangan bangsa Indonesia bersikap hati-hati. Hal ini dikarenakan pemerintah pendudukan Jepang sangat kejam, menyiksa bahkan membunuh terhadap siapa saja yang terang-terangan menentang Jepang. Semua organisasi kebangsaan yang telah ada sejak penjajahan Belanda dibubarkan. Para pemimpin pergerakan kebangsaan selalu dicurigai dan diawasi dengan ketat. Hal tersebut disebabkan karena sebelum Jepang masuk ke Indonesia telah mengirimkan mata-mata sehingga memiliki data yang lengkap keadaan politik di Indonesia. Menghadapi keadaan yang serba sulit maka para pemimpin bangsa Indonesia berjuang dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Mereka tidak kehilangan semangat perjuangan. Dengan taktik kooperasi para pemimpin dapat membela nasib rakyat dan memanfaatkan kebijaksanaan pemerintah Jepang untuk kepentingan nasional. Namun ada pula yang mengadakan gerakan bawah tanah atau illegal maupun dengan perlawanan bersenjata. Semua itu adalah mempunyai cita-cita yang sama yakni mewujudkan Indonesia merdeka. Adapun bentuk perlawanan terhadap Jepang adalah sebagai berikut.


1. Perjuangan Melalui Organisasi Bikinan Jepang
a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
Pada zaman pendudukan Jepang semua partai politik dibubarkan. Untuk mempropagandakan politik Hakko Ichiu, Jepang membentuk Gerakan 3A (Gerakan Tiga A) yang dipimpin Mr. Syamsudin. Organisasi ini dibubarkan karena tidak mendapat simpati rakyat dan kemudian dibentuklah PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) pada tanggal 1 Maret 1943. Pemimpin PUTERA yang dikenal dengan Empat Serangkai adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansyur. Tujuan Jepang membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan imperialisme. Dengan demikian PUTERA ini ibarat tombak bermata dua. Organisasi PUTERA mendapat sambutan di kalangan rakyat dan melalui organisasi ini mental bangsa Indonesia disiapkan untuk menuju bangsa yang merdeka. Jepang memandang bahwa PUTERA lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia maka pada bulan April 1944, PUTERA oleh Jepang dibubarkan.

b. Memanfaatkan Barisan Pelopor (Syuisyintai)
Setelah PUTERA dibubarkan maka dibentuklah Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa). Salah satu bagian Jawa Hokokai adalah Syuisyintai (Barisan Pelopor) yang dipimpin Ir.
Soekarno dengan pemimpin Harian atau Kepala Sekretariatnya adalah Sudiro. Beberapa tokoh nasionalis lainnya sebagai anggota pengurus antara lain Chaerul Saleh, Asmara Hadi, Sukardjo
Wiryopranoto, Oto Iskandardinata dan lain-lain. Organisasi ini dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.

c. Memanfaatkan Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat)
Badan ini dibentuk pada tanggal 5 September 1943 atas anjuran Jenderal Hideki Tojo (Perdana Menteri Jepang). Ketuanya Ir. Soekarno, anggotanya berjumlah 23 orang Jepang dan 20 orang Indonesia. Tugas badan ini adalah member nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia). Oleh para pemimpin Indonesia melalui Chuo Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya Barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh
penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.

2. Perjuangan Melalui Organisasi Islam Majelis Islam A’l
     Indonesia (MIAI)
Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) merupakan perkumpulan dari organisasi- organisasi Islam yang didirikan pada tanggal 21 September 1937 di Surabaya pada masa pemerintah Hindia Belanda. Pemrakarsa berdirinya organisasi ini adalah K.H. Mas Mansur, K.H. Wahab Hasbullah, Wondoamiseno, dan lain- lain. Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia organisasi ini tetap diperbolehkan berdiri. Hal ini merupakan pendekatan Jepang terhadap golongan nasionalis Islam agar umat Islam tidak melakukan kegiatan-kegiatan politik. Pada masa penyerbuan balatentara Jepang ke Indonesia, organisasi MIAI melakukan kegiatan-kegiatan terutama dalam bidang agama, meskipun pada tahun-tahun terakhir menjelang jatuhnya Hindia Belanda ke tangan Jepang, perhatiannya ke bidang politik cukup besar. Hal ini dapt dilihat dari programnya yang berupaya mempersatukan organisasi-organisasi Islam untuk bekerja sama serta memperkokoh persaudaraan umat Islam di Indonesia dan di luar negeri. Untuk memperkuat kerja sama umat Islam tersebut maka MIAI mengadakan kongres yang berlangsung sampai tiga kali. Kegiatan MIAI yang sangat menonjol adalah membentuk baitul mal (Lembaga Perbendaharaan Negara) pusat. Setelah penyerbuannya pada tahun 1942, Jepang merasa membutuhkan hidupnya organisasi MIAI. Oleh karena itu Jepang masih memberi hak hidup terhadap MIAI dalam melakukan kegiatannya. Walaupun Jepang masih member hak hidup akan tetapi MIAI tidak dapat diharapkan bahkan dianggap sebagai kendala terhadap keinginan Jepang. Hal ini dikarenakan MIAI dibentuk atas inisiatif kaum muslimin dan perhatiannya banyak tertuju pada masalah politik dan akan menolak segala bentuk kolonisasi. Karena organisasi ini dianggap kurang memuaskan Jepang maka pada bulan Oktober 1943 dibubarkan oleh Jepang diganti organisasi baru yakni Majelis Syura Muslimin Indonesia (MASYUMI) yang disahkan oleh Gunseikan pada tanggal 22 November 1943.

3. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
Selain melalui taktik kerja sama dengan Jepang, para pejuang melakukan perjuangan secara rahasia (gerakan bawah tanah) atau ilegal. Beberapa contoh perjuangan bawah tanah antara lain sebagai berikut
a. Gerakan Kelompok Sutan Syahrir
Kelompok ini merupakan pendukung demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang karena merupakan negara fasis. Pengikut dari kelompok ini terutama para pelajar dari kota Jakarta, Surabaya, Cirebon, Garut, Semarang dan lain-lain. Mereka berjuang dengan cara sembunyi-sembunyi atau dengan strategi gerakan ”bawah tanah

b. Gerakan Kelompok Amir Syarifuddin
Menjelang kedatangan Jepang di Indonesia, Amir Syarifuddin berhubungan erat dengan P.J.A. Idenburg (pimpinan departemen pendidikan Hindia Belanda). Melalui Dr. Charles Van der Plas, P.J.A. Idenburg membantu uang sebesar 25.000 gulden kepada Amir Syarifuddin guna mengorganisir gerakan bawah tanah melawan Jepang. Oleh karena itu kelompok ini anti fasis dan menolak kerja sama dengan Jepang. Karena sangat keras dalam mengkritik Jepang maka Amir Syarifuddin ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Jepang pada tahun 1944. Atas bantuan Ir. Soekarno, hukumannya diubah menjadi hukuman seumur hidup akan tetapi setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka, ia terbebas dari hukuman.

c. Golongan Persatuan Mahasiswa
Golongan ini sebagian besar berasal dari mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) di Jalan Prapatan 10 dan yang terhimpun dalam Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia (BAPERPI) di Cikini Raya 71. Di antara tokoh BAPERPI yang terkenal adalah Supeno (Ketua), Burhanuddin Harahap, dan Kusnandar. Sejumlah tokoh-tokoh mahasiswa/ Mpelajar yang terkenal antara lain Djohar Noer, Sayoko, Syarif Thayeb, Darwis, Eri Sadewo, Chairul Saleh, Kusnandar, Subadio Sastrosatomo, Wahidin Nasution, dan Tadjuludin. Kelompok Persatuan Mahasiswa ini anti Jepang dan sangat dekat dengan jalan pikiran Sutan Syahrir.

d. Kelompok Sukarni
Kelompok ini sangat berperan di sekitar proklamasi kemerdekaan. Tokoh-tokoh yang tergabung dalam kelompok Sukarni antara lain Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh, dan Maruto Nitimihardjo

e. Kelompok Pemuda Menteng 31
Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah pemuda yang bekerja pada bagian propaganda Jepang (Sendenbu). Tokohtokoh terkenal dari kelompok ini antara lain Sukarni, Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Maruto Nitimihardjo, Khalid Rasjidi dan Djamhari. Kelompok ini bermarkas di gedung Menteng 31 Jakarta. Secara resmi pendirian asrama ini dibiayai Jepang dengan maksud menggembleng para pemuda untuk menjadi alat mereka. Akan tetapi tempat ini oleh pemuda dimanfaatkan secara diam-diam untuk menggerakkan semangat nasionalisme.

f . Golongan Kaigun
Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Mereka selalu menggalang dan membina kemerdekaan dengan berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di jalan Bungur Besar No. 56 Jakarta. Asrama ini didirikan atas inisiatif dan bantuan kepala perwakilan Kaigun di Jakarta, Laksamana Muda Maeda pada bulan Oktober 1944. Dengan demikian kelompok ini merupakan kelompok yang paling akhir terbentuk. Sebagai pengurus asrama oleh Maeda ditunjuklah Mr. Ahmad Subardjo Djoyohadisuryo sebagai ketua dibantu tokoh-tokoh muda Wikana. Di dalam asrama ini mendapat pendidikan politik dari tokoh-tokoh nasionalis seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Iwa Kusuma Sumantri, Latuharhary, R.P. Singgih, Ratu Langie, Maramis, dan Buntaran. Kelompok ini menjalin kerja sama dengan kelompok bawah tanah yang lain tetapi dengan hati-hati agar tidak dicurigai Jepang. Walaupun para pejuang terbagi dalam kelompok-kelompok di atas dan menggunakan strategi perjuangan yang berbeda, akan tetapi mereka memiliki kesamaan tujuan yakni mencapai kemerdekaan Indonesia. Gerakan-gerakan di atas dalam mencapai tujuannya melakukan kegiatan-kegiatan antara lain sebagai berikut.
1) Menjalin komunikasi dan memelihara semangat nasionalisme.
2) Menyiapkan kekuatan untuk menyambut kemerdekaan.
3) Mempropagandakan kesiapan untuk merdeka.
4) Memantau perkembangan Perang Pasifik.

4. Perjuangan Melalui Perlawanan Bersenjata
Selain perjuangan secara sembunyi-sembunyi (ilegal), para pemimpin berjuang secara terbuka dengan melakukan perlawanan bersenjata. Perlawanan bersenjata itu dilakukan oleh rakyat maupun pasukan PETA.
a. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan Rakyat
Perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh rakyat diberbagai daerah, antara lain
sebagai berikut.
1)    Perlawanan Rakyat di Cot Pleing (10 November 1942) Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil, seorang guru mengaji. Perlawanan di Cot Pleing, Lhoseumawe, Aceh ini diawali dari serbuan Jepang terhadap masjid di Cot Pleing. Masjid terbakar dan pasukan Tengku Abdul Jalil banyak yang gugur. Akhirnya Tengku Abdul Jalil tewas ditembak oleh Jepang.
2)    Perlawanan Rakyat di Pontianak (16 Oktober 1943) Perlawanan ini dilakukan oleh suku Dayak di pedalaman serta kaum feodal di hutan-hutan. Latar belakang perlawanan ini karena mereka menderita akibat tindakan Jepang yang kejam. Tokoh perlawanan dari kaum ningrat yakni Utin Patimah.
3)    Perlawanan Rakyat di Sukamanah, Singaparna, Jawa Barat (25 Februari 1944) Perlawanan ini dipimpin oleh KH. Zainal Mustafa, seorang pendiri pesantren Sukamanah. Perlawanan ini lebih bersifat keagamaan. KH. Zainal Mustafa tidak tahan lagi membiarkan penindasan dan pemerasan terhadap rakyat, serta pemaksaan terhadap agama yakni adanya upacara “Seikeirei” (menyembah terhadap Tenno Heika Kaisar Jepang). KH. Zainal Mustafa beserta 27 orang pengikutnya dihukum mati oleh Jepang tanggal 25 Oktober 1944.
4)    Perlawanan Rakyat di Cidempet, Kecamatan Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944) Perlawanan ini dipimpin oleh H. Madriyas, Darini, Surat, Tasiah dan H. Kartiwa. Perlawanan ini disebabkan oleh cara pengambilan padi milik rakyat yang dilakukan Jepang dengan kejam. Sehabis panen, padi langsung diangkut ke balai desa. Perlawanan rakyat dapat dipadamkan secara kejam dan para pemimpin perlawanan ditangkap oleh Jepang.
5)    Perlawanan Rakyat di Irian Jaya Perlawanan terjadi di beberapa daerah di Irian Jaya, antara lain sebagai berikut.
a)    Perlawanan rakyat di Biak (1944) Perlawanan ini dipimpin oleh L. Rumkorem, pimpinan Gerakan “Koreri” yang berpusat di Biak. Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh penderitaan rakyat yang diperlakukan sebagai budak belian, dipukuli, dan dianiaya. Dalam perlawanan tersebut rakyat banyak jatuh korban, tetapi rakyat melawan dengan gigih. Akhirnya Jepang meninggalkan Pulau Biak.
b)    Perlawanan rakyat di Pulau Yapen Selatan Perlawanan ini dipimpin oleh Nimrod. Ketika Sekutu sudah mendekat maka memberi bantuan senjata kepada pejuang sehingga perlawanan semakin seru. Nimrod dihukum pancung oleh Jepang untuk menakut-nakuti rakyat. Tetapi rakyat tidak takut dan muncullah seorang pemimpin gerilya yakni S. Papare.
c)    Perlawanan rakyat di Tanah Besar, daratan Irian (Papua) Perlawanan ini dipimpin oleh Simson. Dalam perlawanan rakyat di Irian Jaya, terjadi hubungan kerja sama antara gerilyawan dengan pasukan penyusup Sekutu sehingga rakyat mendapatkan modal senjata dari Sekutu.

b. Perlawanan Bersenjata yang Dilakukan PETA
Perlawanan bersenjata dilakukan oleh pasukan PETA di berbagai daerah, antara lain sebagai berikut.
1)    Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945) Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, dan Dr. Ismail. Perlawanan ini disebabkan karena persoalan pengumpulan padi, Romusha maupun Heiho yang dilakukan secara paksa dan di luar batas perikemanusiaan. Sebagai putera rakyat para pejuang tidak tega melihat penderitaan rakyat. Di samping itu sikap para pelatih militer Jepang yang angkuh dan merendahkan prajurit-prajurit Indonesia. Perlawanan PETA di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Tetapi dengan tipu muslihat Jepang melalui Kolonel Katagiri (Komandan pasukan Jepang), pasukan PETA berhasil ditipu dengan pura-pura diajak berunding. Empat perwira PETA dihukum mati dan tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meloloskan diri.
2)    Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh (November 1944) Perlawanan ini dipimpin oleh Perwira Gyugun T. Hamid. Latar belakang perlawanan ini karena sikap Jepang yang angkuh dan kejam terhadap rakyat pada umumnya dan prajurit Indonesia pada khususnya.
3)    Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap (April 1945) Perlawanan ini dipimpin oleh pemimpin regu (Bundanco) Kusaeri bersama rekan-rekannya. Perlawanan yang direncanakan dimulai tanggal 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga Kusaeri ditangkap pada tanggal 25 April 1945. Kusaeri divonis hukuman mati tetapi tidak terlaksana karena Jepang terdesak oleh Sekutu.
Rangkuman Materi
  1. Perang Dunia II yang berlangsung pada tahun 1939 – 1945 disebabkan oleh beberapa hal, yakni kegagalan LBB dalam menciptakan perdamaian, negara- negara maju saling berlomba memperkuat persenjataannya, adanya politik persekutuan (aliansi), pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme serta adanya politik balas dendam Jerman terhadap Perancis. Adapun sebab khusus terjadinya Perang Dunia II di Eropa adalah serbuan Jerman ke kota Danzig, Polandia tanggal 1 September 1939. Sedangkan Perang Dunia di Pasifik disebabkan serbuan Jepang terhadap pangkalan Armada AL Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
  2. Perang Dunia II melibatkan dua Blok, yakni Blok Sentral yang terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang. Sedangkan Blok Sekutu terdiri dari Perancis, Inggris, Amerika Serikat, RRC, Australia, Rusia dan lain- lain.
  3. Perang Dunia II di medan Timur melibatkan Jepang menjadi fihak yang berperang melawan Sekutu. Indonesia menjadi sasaran ekspansi militer Jepang karena merupakan Negara jajahan Belanda. Dengan ditaklukkannya pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 8 Maret 1942 maka Indonesia dikuasai oleh penjajah Jepang.
  4. Ketika Indonesia pada pendudukan Jepang rakyat sangat menderita di segala segi kehidupan. Dengan menggunakan sistem pemerintahan militer, Jepang membuat kebijakan-kebijakan yang sangat menyengsarakan rakyat di berbagai bidang kehidupan, baik bidang politik, ekonomi, militer maupun sosial budaya.
  5. Ketika rakyat berada pada puncak penderitaan di bawah kekuasaan militer Jepang maka rakyat, tokoh-tokoh nasional maupun tokoh- tokoh agama melakukan perlawanan dengan menggunakan berbagai cara. Adapun bentuk perlawanan terhadap pemerintah pendudukan Jepang adalah melalui organisasi yang dibentuk oleh Jepang, melalui organisasi MIAI, melalui gerakan Bawah Tanah, dan perjuangan bersenjata yang dilakukan rakyat maupun PETA. Dengan kekalahan Jepang dari pihak Sekutu maka kondisi itu mendorong bangsa Indonesia mempercepat pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.